Dian Rana, kreator konten sekaligus dokumentator independen pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), memutuskan berhenti dari profesinya. Demi menyambung hidup, ia kini memilih menjadi pengemudi ojek online (ojol) di Balikpapan.
Kepada detikKalimantan, Dian mengaku berhenti menjadi kreator konten perkembangan proyek IKN yang sudah lebih dari empat tahun digelutinya. Sejak akhir 2025, ia mulai menyadari bahwa bertahan sebagai kreator konten IKN sudah tidak lagi mampu menghidupi istri dan dua anaknya.
"Saya sudah putuskan sejak akhir 2025 untuk beralih, tidak lagi fokus khusus ke IKN. Saya juga ngontrak di sini, kalau terus bertahan enggak akan kebayar kontrakannya," kata Dian, Selasa (9/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua anak Dian kini masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Selama penghasilan dari kreator konten IKN mulai menurun, Dian mulai menggunakan tabungannya.
Dian bercerita sebelum menjadi kreator konten, ia sudah menyimpan tabungan dari tempatnya bekerja dulu. Hingga sepanjang tahun 2023-2024, ia fokus mencari penghasilan dari dunia maya dengan mendokumentasikan pembangunan IKN. Dari sini, tabungannya semakin bertambah.
Konten kreator Dian Rana saat meliput di kawasan IKN. (Istimewa) |
"Waktu tahun 2023-2024 itu masih bisa dapat Rp 5-10 jutaan dari penghasilan internet. Ditambah kalau ada panggilan jadi narasumber atau kegiatan biasanya itu membantu," ceritanya.
Selama ini Dian mengandalkan pendapatan dari kanal YouTube yang berisi dokumentasi perkembangan pembangunan IKN. Namun, seiring makin terbukanya akses publik ke kawasan tersebut dan bertambahnya jumlah kreator yang membuat konten serupa, jumlah penonton videonya terus menurun.
"Setelah sorotan IKN berkurang, untuk dapat Rp 5 juta saja berat. Itu untuk menutupi kebutuhan keluarga dari tabungan. Bahkan beberapa bulan ke belakang nggak sampai Rp 3 juta sebulan," ujar Dian.
"Kondisi sudah nggak memungkinkan untuk bertahan. Jadi aku diskusi sama istriku untuk pindah lagi ke Paser, lalu mau coba di Balikpapan sambil ngojek dan membuat konten," sambungnya.
Dian kini bersiap memulai pekerjaan baru sebagai pengemudi ojol di Balikpapan. Ia mengaku telah mendaftarkan diri di platform transportasi online dan saat ini masih menunggu proses aktivasi akun serta atribut kerja.
"Rencananya pertengahan bulan ini mulai. Sekarang masih menunggu atribut datang," ceritanya.
Dian menilai menjadi pengemudi ojol setidaknya memberikan harapan baru untuk memperoleh penghasilan yang lebih pasti dibanding hanya mengandalkan pendapatan dari konten digital.
"Kalau di Balikpapan saya pikir masih bisa narik ojol. Setidaknya ada harapan. Saya juga ingin mencoba sesuatu yang baru untuk keluarga," tuturnya.
(aau/aau)
