Perombakan besar-besaran terjadi di tubuh Borneo FC Samarinda menjelang musim kompetisi mendatang. Transisi signifikan ini terjadi setelah Pesut Etam berhasil menjadi tim paling produktif pada musim 2025/2026.
Eksodus ini diawali pengumuman pengunduran diri pelatih Fabio Lefundes beserta dua asistennya, Joao Pedro dan Vinicius Alves. Fabio Lefundes memutuskan tak memperpanjang kontrak karena alasan pribadi, meskipun ia sukses membawa tim meraih posisi kedua di liga.
Selain kehilangan juru taktik, belasan pemain utama juga dipastikan hengkang setelah masa kontrak mereka berakhir. Pada 8 Juni 2026, manajemen mengumumkan 9 nama pemain yang meninggalkan skuad Pesut Etam. Mereka adalah Syahrul Trisna (Penjaga Gawang), Daffa Fasya (Penjaga Gawang), Ahmad Agung, Mohammad Anez, Mohammad Khanafi, Ardi Idrus, Ikhsannul Zikrak, Christophe Nduwarugira, dan Alfharezzi Buffon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada 9 dan 10 Juni 2026, manajemen mengumumkan 5 nama lain juga keluar dari Borneo FC, yakni Koldo Obiete, Kaio Nunes, Cleyton Santos, Kei Hirose, dan Mariano Peralta.
Spekulasi mengenai kepindahan bintang mereka, Mariano Peralta, ke Persija Jakarta turut mencuat beberapa hari terakhir. Kabar kepindahan ini muncul setelah pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), memberikan klaim bahwa pemain asal Argentina tersebut sudah menandatangani kontrak dengan klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. STY menyatakan kegembiraannya dan siap menyambut Peralta dengan tangan terbuka di tim barunya.
Meski demikian, Manajer Borneo FC Dandri Dauri enggan memberikan komentar mendalam terkait pernyataan pelatih klub lain tersebut. Manajemen memilih untuk tetap fokus pada persiapan internal jelang penampilan mereka di ASEAN Club Championship mewakili Indonesia.
(des/des)