Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang, memamerkan keunikan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah penamaan kelompok bekantan penghuni kawasan tersebut.
Di hadapan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang tengah berkunjung,
Zainal mengatakan di lahan seluas 22 hektare itu, terdapat sekitar 41 individu bekantan yang terbagi dalam tiga kelompok besar. Uniknya, pemimpin atau kelompok-kelompok tersebut diberi nama ala orang Barat.
"Dari data terakhir, populasi bekantan di sini ada 41 individu yang terbagi dari tiga kelompok. Ada namanya Michael, Rafael, dan Joe," ujar Zainal disambut tawa hadirin di KKMB, Jumat (6/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zainal menyebut pemberian nama tersebut disesuaikan dengan julukan populer bekantan, yakni 'monyet belanda'. Karena julukan tersebut, maka nama-nama yang disematkan pun identik dengan nama orang dari luar negeri.
"Karena monyet Belanda, jadi dikasih nama Belanda semua," kelakarnya.
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang saat memberikan sambutannya di hadapan Menteri Kehutanan di KKMB Tarakan. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan |
Zainal menekankan bahwa kawasan ini bukan sekadar hutan biasa, melainkan benteng alam di tengah hiruk-pikuk perkotaan Tarakan. Kawasan ini menjadi rumah bagi 15 jenis mangrove dan habitat bagi satwa endemik Kalimantan yang terancam punah.
"Kawasan ini memiliki fungsi vital sebagai penyangga abrasi, penyedia oksigen, dan rumah bagi keanekaragaman hayati," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zainal juga mengajak seluruh tamu yang datang ke Kaltara untuk melakukan aksi nyata, yakni menanam mangrove. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi memberikan dampak ekologi dan ekonomi, terutama bagi petambak di Kaltara.
"Setiap ada teman-teman datang ke Kalimantan Utara, saya ajak menanam mangrove. Tidak ada yang datang hanya jalan-jalan, saya ajak mereka tertambat menanam mangrove," tegas Zainal.
Gubernur pun meminta dukungan pemerintah pusat terkait penyediaan bibit mangrove untuk disebar di area pertambakan masyarakat yang luasannya mencapai puluhan hektar per pintu tambak.
"Kami meyakini dengan mangrove akan meningkatkan kualitas ekosistem sekaligus hasil komoditas seperti udang, bandeng, dan kepiting," pungkasnya.
(bai/bai)
