Ini Bangkal, Tanaman Tradisional yang Jadi Identitas Banjarbaru

Ini Bangkal, Tanaman Tradisional yang Jadi Identitas Banjarbaru

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Senin, 20 Apr 2026 07:58 WIB
Tumbuhan Bangkal. (Tangkapan layar buku Biodiversitas Rawa oleh Muhamat)
Foto: Bunga pada Tumbuhan Bangkal. (Tangkapan layar buku Biodiversitas Rawa oleh Muhamat)
Banjarbaru -

Daun bangkal merupakan salah satu tanaman khas tanah Kalimantan. Tanaman ini kemudian dianggap menjadi identitas Kota Banjarbaru. Kalimantan Selatan.

Tanaman ini tidak hanya dikenal sebagai bagian dari kekayaan alam lokal, tetapi juga lekat dengan berbagai praktik budaya yang diwariskan turun-temurun. Keberadaan daun bangkal menjadi bukti bahwa alam dan tradisi memiliki hubungan erat dalam kehidupan masyarakat setempat.

Tanaman ini kerap dikaitkan dengan kearifan lokal, terutama dalam pemanfaatannya sebagai bahan alami yang dipercaya memiliki berbagai manfaat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Tumbuhan Bangkal

Tanaman bangkal (Neonauclea), merupakan salah satu genus tumbuhan berbunga yang termasuk dalam keluarga Rubiaceae. Genus ini terdiri dari sekitar 71 spesies yang umumnya berbentuk semak maupun pohon.

Dirangkum dari laman Kabupaten Balangan dan buku Biodiversitas Rawa oleh Dr Muhamat, tinggi pohon bangkal dapat mencapai 35 m. Pohon bangkal memiliki ciri-ciri yaitu permukaan daun kasar, berbentuk oval, tulang daun menyirip dengan ukuran rata-rata panjang 8-20 cm.

Bunga bangkal berwarna kuning berbentuk seperti jarum pentul (pin) mengelilingi kepala yang berbentuk bulat serupa bola tenis. Bola menjadi buah ketika bunga-bunganya rontok.

Pohon bangkal mudah ditemukan pada lingkungan lahan basah seperti rawa, gambut, hingga kawasan di sepanjang aliran sungai, bahkan juga dapat tumbuh di lahan yang relatif kering. Keberadaan tanaman ini memiliki fungsi penting, terutama sebagai penahan erosi di sekitar bantaran sungai.

Tak hanya fungsional, pohon bangkal juga menarik dijadikan tanaman hias karena bunganya indah serta mengeluarkan aroma harum yang khas. Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan serta bahan baku dalam industri perkayuan.

Bagian daun, bunga, buah, dan kulit kayu bangkal juga telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Daunnya yang muda konon dapat dimanfaatkan untuk obat sakit perut dan menurunkan tekanan darah.

Bedak pemutih wajah dari bagian kulit kayu ini telah menjadi industri rumahan dan umum dipakai oleh masyarakat Banjar di Kalimantan dengan nama Pupur Bangkal.

Daun Bangkal Jadi Ikon di Tugu

Tugu Nol Kilometer, Monumen dan Ikon Kota Banjarbaru. (MMC Kota Banjarbaru)Tugu Nol Kilometer, Monumen dan Ikon Kota Banjarbaru. (MMC Kota Banjarbaru)

Tugu Nol Kilometer dibangun di Banjarbaru, tepatnya di Jalan A Yani - Jalan Lanan, Loktabat Utara, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Tugu ini sering dijadikan latar berfoto serta titik berkumpul warga. Bentuknya yang khas membuatnya mudah diingat dan menjadi bagian dari lanskap kota yang akrab bagi masyarakat setempat.

Tugu Titik Nol Kilometer Banjarbaru dibangun oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, tujuannya memperkuat jati diri ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Tugu ini menjadi bentuk penghargaan kepada para pendiri Kota Banjarbaru yang telah berjasa dalam membangun kota.

Tugu berdiri di atas tanah seluas 327 meter persegi, dengan ornamen menggambarkan perjalanan Kota Banjarbaru. Salah satunya terdapat bentuk daun bangkal, tanaman khas yang menjadi ciri identitas Banjarbaru, serta dikenal bermanfaat untuk obat.

Terdapat pula elemen menyerupai lorong waktu yang melambangkan perjalanan panjang kota dari masa lalu menuju masa depan. Konsep tersebut menggambarkan Banjarbaru sebagai kota yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar sejarah dan budayanya.

Terdapat plakat bertuliskan "Wabul Sawi", yang merupakan akronim dari Wani Baidabul Sanggup Menggawi dalam bahasa Banjar, artinya "berani bicara sanggup mengerjakan".

Selain itu ada tulisan "Selamat Datang di Banjarbaru", yang juga bisa buat wisatawan mengabadikan momen. Terdapat lima pilar yang keempat sisinya memuat informasi sejarah berdirinya Kota Banjarbaru.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads