Viral Kelompok Orang Utan Naik Bus, Ternyata Lagi Pindah 'Sekolah'

Viral Kelompok Orang Utan Naik Bus, Ternyata Lagi Pindah 'Sekolah'

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 04 Jun 2026 19:04 WIB
Sejumlah individu anak orang utan yang dipindahkan ke sekolah hutan baru di Nyaru Menteng, Kalteng (dok Istimewa)
Foto: Sejumlah individu anak orang utan yang dipindahkan ke sekolah hutan baru di Nyaru Menteng, Kalteng (dok Istimewa)
Palangka Raya -

Video sekelompok orang utan yang tampak sedang naik bus sempat viral di media sosial. Pihak Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) pun memberikan penjelasan bahwa video tersebut bukan sekadar atraksi atau konten hiburan.

CEO Borneo Orangutan Survival Foundation, Jamartin Sihite, menegaskan bahwa momen tersebut merupakan bagian dari proses rehabilitasi. Orang utan tersebut sedang berpindah ke 'sekolah hutan' yang baru di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Kalau dilihat dari video itu, sebenarnya yang ada di BOSF adalah anak-anak orang utan yang kami rehabilitasi agar bisa kembali hidup liar. Dalam prosesnya ada tahapan sekolah, dan sekolah mereka saat itu dipindahkan," ujar Jamartin, Kamis (4/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jamartin menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak berubah meski lokasi sekolah dipindahkan. Ia menyebut hal itu mirip seperti pemindahan gedung sekolah pada manusia.

"Pelajarannya tetap sama, hanya tempatnya yang pindah. Kalau ibarat manusia, seperti gedung sekolah lama diganti yang baru," katanya.

Jamartin menyebut pemindahan dilakukan menggunakan bus karena jumlah individu yang cukup banyak sehingga tidak memungkinkan dipindahkan satu per satu.

"Kalau satu per satu itu sulit. Jadi mereka kami masukkan ke dalam bus bersama pengasuh dan petugas pendamping," jelasnya.

Ia mengatakan jumlah orang utan yang dipindahkan dalam video tersebut lebih dari 10 individu, dengan rentang usia sekitar satu hingga empat tahun.

"Kalau yang di bus itu saya lupa angka pastinya, tapi lebih dari 10 individu. Usianya sekitar satu sampai empat tahun," ungkapnya.

Menurutnya, satu pengasuh atau babysitter biasanya mendampingi dua sampai tiga orang utan sekaligus selama proses pembelajaran di sekolah hutan.

"Biasanya satu babysitter menangani dua sampai tiga orang utan. Mereka diawasi saat belajar memanjat, mencari makan, dan lainnya," ujarnya.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads