Viral Orang Utan Naik Bus ke Sekolah, Ini Materi Pelajaran Mereka

Viral Orang Utan Naik Bus ke Sekolah, Ini Materi Pelajaran Mereka

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 04 Jun 2026 23:43 WIB
Orang utan naik bus untuk pindah ke sekolah hutan yang baru di Nyaru Menteng, Kalteng.
Foto: Orang utan naik bus untuk pindah ke sekolah hutan yang baru di Nyaru Menteng, Kalteng. (dok Istimewa)
Palangka Raya -

Sekelompok orang utan viral karena video mereka naik bus yang ternyata membawa mereka pindah ke 'sekolah hutan' yang baru di Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Apa sih materi pelajaran orang utan di sekolah?

Istilah 'sekolah' bagi orangutan bukan sekadar penyebutan simbolik. Di dalamnya, satwa endemik Kalimantan itu benar-benar diajarkan keterampilan dasar untuk bertahan hidup sebelum kembali ke alam liar.

CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Jamartin Sihite, menjelaskan bahwa proses pembelajaran dalam sekolah hutan mencakup kemampuan paling dasar yang wajib dimiliki orangutan di habitat aslinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang utan itu belajar membuat sarang, belajar mencari makan, dan keterampilan lain yang mereka butuhkan di alam liar. Jadi yang dipindahkan itu sekolahnya, bukan sekadar orangutannya," ujar Jamartin, Kamis (4/6/2026).

Jamartin menjelaskan bahwa sistem rehabilitasi orangutan terdiri dari beberapa tahapan berjenjang, mulai dari baby school hingga forest school sebelum masuk ke fase akhir pra-pelepasliaran.

"Setelah baby school mereka masuk forest school seperti SD sampai SMA, lalu ke pulau pra-pelepasliaran seperti universitas sebelum dilepasliarkan," jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pembelajaran dilakukan dengan pengawasan ketat namun tetap membatasi interaksi dengan manusia. Hal ini penting agar orang utan tidak kehilangan sifat liarnya saat kembali ke alam bebas.

"Kami tidak bisa terlalu mengekspos karena mereka harus dijauhkan dari manusia. Mereka tidak boleh menganggap manusia sebagai teman," tegasnya.

Menurutnya, pada tahap pra-pelepasliaran, orang utan sudah dilatih untuk benar-benar mandiri di lingkungan yang menyerupai habitat asli tanpa ketergantungan pada manusia.

"Di pulau itu mereka belajar hidup sendiri, mencari makan, membuat sarang, dan mengenali ancaman tanpa bantuan manusia," ujarnya.

Jamartin juga menegaskan bahwa meski sudah dilepasliarkan nantinya, proses pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kemampuan bertahan hidup mereka berjalan baik di alam liar.

"Setelah dilepasliarkan tetap kami pantau. Sama seperti manusia, tidak semua teori langsung bisa diterapkan di lapangan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, video sekelompok orang utan yang tampak sedang naik bus sempat viral di media sosial. Pemindahan dilakukan menggunakan bus karena jumlah individu orang utan yang cukup banyak sehingga tidak memungkinkan dipindahkan satu per satu.

Jamartin menyebut video itu bukan rekaman baru, melainkan dokumentasi beberapa bulan sebelumnya. Saat ini, seluruh individu orang utan tersebut sudah berada di lokasi sekolah hutan yang baru.

"Video itu bukan baru, sudah beberapa bulan lalu. Sekarang mereka sudah di sekolah yang baru," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads