Kalimantan menyimpan banyak flora dan fauna eksotis. Pun soal kuliner, Kalimantan begitu beragam dengan ciri khasnya yang mayoritas mengolah masakan dari bahan-bahan di sekitar.
Kalimantan juga punya ragam ikan yang biasa diolah jadi santapan nikmat. Setidaknya ada enam jenis ikan yang jadi kuliner ikonik di lima provinsi pulau Kalimantan.
Sungai-sungai besar seperti Sungai Mahakam dan Sungai Barito menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar yang beragam. Tak heran jika ikan-ikan tersebut kerap diolah menjadi hidangan lezat yang menjadi andalan kuliner masyarakat setempat. Berikut kelimanya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ikan Lais
Ikan lais merupakan salah satu ikan air tawar khas yang hidup di sungai-sungai Kalimantan. Dagingnya yang lembut, gurih, dan minim duri menjadikannya favorit masyarakat lokal maupun wisatawan.
Ikan ini mudah ditemukan di sungai-sungai pulau Kalimantan. Di Kalimantan Tengah terutama Pangkalan Bun, ikan lais biasa diolah jadi kuliner legendaris yakni Lais Bakar dan Sambal Lucung atau sambal bunga kecombrang.
2. Ikan Bawis
Ikan bawis (Siganus canaliculatus) merupakan kerabat ikan baronang. Ikan ini dikenal menjadi salah satu ikon Kota Bontang, Kalimantan Timur yang konon hanya ada di perairan kota tersebut.
Di Bontang, bawis jadi olahan andalan bernama gami bawis, sajian yang punya perpaduan cita rasa pedas, gurih, dan aroma khas dari wajan tanah liat. Sambal gami merupakan sambal khas Bontang yang dimasak langsung di atas bara api menggunakan wajan tanah liat.
Sambal ini memiliki rasa yang pedas dan gurih, serta tekstur yang kasar karena dimasak langsung diatas cobek tanah liat, dan disajikan panas-panas. Penamaan 'gami' sebenarnya artinya sambal, kemudian dipadukan dengan protein hewani berupa ikan bawis. Hidangannya pun lebih populer disebut dengan gami bawis.
3. Ikan Haruan
Di Kalimantan terutama wilayah Kutai, ada kuliner bernama gence ruan. Sajian dari Istana Kutai Kartanegara ini merupakan olahan ikan gabus yang dibakar utuh lengkap dengan sisiknya, lalu disiram dengan sambal khas bernama gence.
Ikan haruan atau sebutan lokal dari ikan gabus (Channa striata), menjadi bahan utama gence ruan. Ikan haruan juga punya penyebutan lain di suku Tidung, Salim Batu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara yakni ikan udun.
Ikan haruan umumnya mudah ditemui di rawa, sungai, dan sawah kawasan Asia Tenggara. Ikan haruan dikenal menjadi salah satu spesies ikan air tawar yang mengandung banyak gizi.
4. Ikan Jelawat
Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) adalah ikan yang mudah ditemui di perairan sungai dan danau Semenanjung Malaya dan Pulau Kalimantan. Dalam laman Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, disebut ikan jelawat merupakan salah satu ikan lokal khas Kalimantan tengah.
Ikan yang dikenal khas dari kota Sampit ini memiliki daging tebal dan rasanya manis, biasa diolah jadi sop ikan lezat. Bahkan, ikan ini kemudian dibangun menjadi ikon tugu di Sampit, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah.
Ikan ini mudah ditemui di area sungai Mentaya dan sekitarnya. Ikan jelawat termasuk ikan yang memerlukan oksigen terlarut tinggi dalam lingkungan hidupnya.
5. Ikan Saluang
Ikan seluang merupakan kelompok ikan yang termasuk dalam genus Rasbora. Ikan ini banyak ditemukan di perairan sungai di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei, dan Indonesia.
Di Indonesia, saluang banyak dijumpai di Kalimantan terutama wilayah Banjarbaru dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Secara fisik, seluang memiliki sisik yang mirip dengan ikan tengadak, namun bentuk tubuhnya lebih ramping menyerupai anakan ikan jelawat.
Ukurannya relatif kecil, umumnya berkisar antara 2-4 inci. Ikan saluang biasanya diolah menjadi ikan goreng tepung yang gurih lezat dan krispi.
6. Ikan Uwak
Saat air sungai di Kalimantan surut, tepi sungai berlumpur jadi tempat tinggal favorit hewan vertebrata khas Kalimantan bernama ikan uwak. Ikan air tawar ini bentuknya mirip seperti belut atau sidat.
Ikan ini cukup unik, sebab pada bagian wajahnya terlihat mengerikan dengan giginya yang runcing. Namun bagi warga Kalimantan Utara, hewan ini malah biasa diolah jadi santapan nikmat.
Ikan uwak termasuk kelompok ikan yang berbentuk mirip belut, tergolong ke dalam Famili Gobiidae, yang merupakan famili ikan dengan spesies terbanyak di dunia. Ikan uwak menjadi salah satu daya tarik dari Desa Seputuk, Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Ikan ini punya bagian kepala unik dan gigi yang kecil, tapi terlihat lancip sehingga seolah tajam. Setelah dimasak, giginya tak akan terasa tajam lagi, kok!
Bagi yang tak biasa, kerap menjulukinya 'ikan monster' karena penampilannya. Ikan uwak biasanya dimasak bumbu kecap, atau bumbu kari. Teman makan lauknya, ada nasi hangat dan sayur pakis.
Nah, itulah tadi lima ikan khas Kalimantan yang biasa jadi santapan kuliner. Semuanya terlihat lezat dan memperlihatkan kekayaan kuliner tanah khas tanah Borneo.
(aau/aau)