Fakta Unik Kelompok Bekantan di Tarakan yang Dipimpin Si Jantan Rafael

Fakta Unik Kelompok Bekantan di Tarakan yang Dipimpin Si Jantan Rafael

Oktavian Balang - detikKalimantan
Selasa, 30 Jun 2026 14:30 WIB
Kelompok Bekantan di Tarakan yang Dipimpin Si Jantan Rafael
Si jantan Rafael/Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Tarakan -

Pemandangan menarik tersaji di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Ada hierarki dan kebiasaan unik dari primata hidung panjang ini saat menyantap makanan bersama kelompoknya. Seperti yang dipertontonkan kelompok bekantan yang dipimpin pejantan bernama Rafael.

Petugas Lapangan KKMB UPTD KPH Tarakan, Sujatmiko, menjelaskan Rafael adalah satu dari tiga pemimpin kelompok bekantan yang menghuni kawasan konservasi tersebut. Saat waktu makan tiba, kehadiran pejantan alfa seperti Rafael sangat menentukan perilaku anggota kelompoknya.

"Sebenarnya tidak mesti dia pemimpin turun, yang lain tetap berani ambil pisang. Cuma kalau untuk diam di tempat makan bekantan, biasanya mereka menunggu pemimpinnya. Kalau pemimpinnya belum ada, mereka ngambil makanan langsung lari. Tapi kalau ada pemimpinnya diam di tempat, yang lain juga ikut diam di tempat makan bersama," jelas Sujatmiko kepada detikKalimantan, Selasa (30/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sujatmiko memaparkan saat ini terdapat tiga kelompok utama bekantan di KKMB Tarakan dengan total puluhan individu. "Kelompok utamanya itu dipimpin oleh Michael dengan jumlah anggota 24 ekor. Kelompok kedua dipimpin oleh Rafael dengan 9 ekor anggota, dan kelompok ketiga dipimpin oleh Joe dengan 7 ekor anggota," ungkapnya.

Untuk menghindari konflik antarkelompok, pihak pengelola KKMB membagi titik pemberian pakan menjadi dua lokasi. Total ada 6 tandan pisang yang disiapkan setiap harinya.

"Pisang-pisang tersebut dipotong-potong menyesuaikan dengan selera makan bekantan pada hari itu. Untuk kelompok Joe (kelompok ketiga), mereka memiliki jadwal makan yang sedikit berbeda. Mereka biasanya baru berani turun pada siang hari untuk menghindari intimidasi dari dua kelompok yang lebih besar," terangnya.

Kelompok Bekantan di Tarakan yang Dipimpin Si Jantan RafaelKelompok Bekantan yang dipimpin Rafael lagi makan. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan

Meski kelompok Michael memiliki anggota paling banyak dan tingkat kelahiran tinggi, populasinya cenderung stagnan. Sujatmiko menyebutkan beberapa analisis terkait hal ini.

"Kemungkinan pertama karena keterbatasan kemampuan pemimpin dalam menjaga kelompok besarnya. Kedua, jarak kelahiran yang terlalu rapat membuat anak yang masih kecil kurang pengawasan karena induknya sudah hamil atau beranak lagi. Ketiga, anakan sering diusir atau dilempar oleh pemimpin dari atas pohon karena populasi kelompok yang terlalu padat," urainya. Sebaliknya, kelompok Rafael justru mencatatkan rekor yang lebih baik dalam hal kelangsungan hidup.

"Sementara di kelompok Rafael, tidak ada catatan kematian anakan di situ. Kematian biasanya terjadi di kelompok utama (Michael)," tambah Sujatmiko.

Kehadiran kawanan bekantan selalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Tarakan. Untuk memberikan pengalaman yang lebih baik, pengelola KKMB terus melakukan inovasi agar bekantan tidak takut berinteraksi dari jarak dekat.

"Sekarang kita upayakan agar mereka bisa sedekat mungkin, bahkan hingga jarak tiga meter. Kita sedang dalam tahap pembiasaan pemberian pakan dari tangan ke tangan (hand-feeding), dan terkadang pemimpinnya sudah mau," kata Sujatmiko.

Selain merekayasa titik pemberian pakan hingga ke area belakang untuk memperbesar peluang pengunjung melihat bekantan di sore hari, pihak KKMB juga sangat menjaga kawasan dari ancaman hewan pemburu seperti anjing liar.

"Pasalnya, jika bekantan merasa trauma oleh kehadiran anjing, mereka bisa bersembunyi dan tidak menampakkan diri hingga tiga sampai empat hari," pungkasnya.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads