Menyingkap Rahasia 'Si Pemalu' Lutung Dahi Putih dari Belantara Borneo

Menyingkap Rahasia 'Si Pemalu' Lutung Dahi Putih dari Belantara Borneo

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Kamis, 02 Jul 2026 08:01 WIB
Lutung Dahi Putih
Lutung Dahi Putih. Foto: Arutmin Indonesia
Balikpapan -

Pernahkah detikers mendengar lutung dahi putih? Primata endemik dari belantara Kalimantan ini bagaikan sosok misterius karena jarang menampakkan diri. Sifatnya yang pemalu membuatnya menjauh dari keberadaan manusia.

Sesuai namanya, satwa bernama latin Presbytis frontata ini memiliki ciri khas warna putih pada dahinya, kontras dengan bulu tubuhnya yang gelap.

Berbekal ekor panjang sebagai penyeimbang tubuh, lutung dahi putih menghabiskan hidupnya dengan bergelantungan dan melompat dari satu pohon ke pohon lain. Berikut informasi lengkap mengenai lutung dahi putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taksonomi Lutung Dahi Putih

Lutung termasuk primata yang diklasifikasikan sebagai monyet daun dalam famili monyet dunia lama. Berikut taksonomi spesies lutung dahi putih yang dikutip dari Animal Diversity.

  • Kelas: Mamalia
  • Ordo: Primata
  • Sub-ordo: Haplorrhini (monyet, kera, dan tarsius)
  • Famili: Cercopithecidae (monyet dunia lama)
  • Sub-famili: Colobinae (monyet colobus, monyet daun, dan kerabatnya)
  • Genus: Presbytis (monyet daun dan surili)
  • Spesies: Presbytis frontata (lutung dahi putih)

Selain Presbytis frontata, ada beberapa spesies lain dalam genus Presbytis, antara lain surili sarawak (Presbytis chrysomelas), surili jawa (Presbytis comata), lutung kokah (Presbytis femoralis), lutung banggat (Presbytis hosei), lutung mentawai (Presbytis potenziani), dan kedih (Presbytis thomasi).

Habitat dan Persebaran Geografis

Lutung dahi putih merupakan penghuni asli daratan Borneo, yang wilayahnya membentang melintasi batas negara Indonesia dan Malaysia. Satwa ini tersebar utamanya di bagian timur dan tengah Kalimantan, serta sebagian wilayah Sarawak.

Primata ini sangat menyukai hangatnya hutan tropis, terutama hutan dipterokarpa yang ditandai dengan pepohonan menjulang tinggi dan tajuk yang rapat. Selain di hutan primer, mereka juga kerap dijumpai di area perkebunan serta hutan sekunder yang telah tumbuh kembali setelah mengalami gangguan seperti kebakaran atau penebangan.

Ciri-ciri Lutung Dahi Putih

Ciri-ciri fisik lutung dahi putih dapat dilihat dari ukuran dan wujud fisiknya. Berikut ciri-ciri yang dirangkum dari situs New England Primate Conservancy,

Ukuran

Lutung dahi putih memiliki tubuh ramping dengan berat sekitar 5,6-5,8 kg dan panjang tubuh 47-54 cm (jantan sedikit lebih besar dari betina). Ekor mereka berfungsi sebagai penyeimbang dan jauh lebih panjang dari tubuhnya, yakni mencapai 63-74 cm.

Penampilan Fisik

Spesies ini sangat mudah dikenali dari bercak putih berbentuk wajik di dahi dan jambul gelap yang melengkung di tengah kepalanya. Tubuh mereka didominasi bulu cokelat keabu-abuan gelap di bagian punggung, kontras dengan bagian perut dan tenggorokan yang berwarna lebih pucat.

Wajahnya relatif kecil dibandingkan proporsi lengan, kaki, dan ekornya yang panjang, sehingga memberi kesan tubuh yang memanjang.

Perilaku Lutung Dahi Putih

Lutung dahi putih secara umum memiliki perilaku tak jauh berbeda dari lutung lainnya, hanya saja ada beberapa kekhususan sifat. Berikut perilaku lutung dahi putih yang mencakup pola makan, aktivitas, komunikasi, dan reproduksi.

  • Pola Makan: Sebagai hewan folivora (pemakan daun), makanan utama mereka adalah dedaunan muda, tunas, dan buah-buahan. Untuk mencerna dedaunan berserat tinggi, mereka memiliki adaptasi khusus berupa perut multi-bilik, kelenjar air liur besar dengan banyak enzim, serta bakteri usus khusus. Mereka juga kerap memakan tanah (geofagi) dari gundukan rayap untuk mendapatkan asupan mineral tambahan.
  • Aktivitas dan Cara Hidup: Primata diurnal ini banyak menghabiskan waktunya di atas pohon (arboreal) untuk mencari makan dan beristirahat. Karena sifatnya yang sangat pemalu, mereka akan membeku, terdiam, dan diam-diam turun ke lantai hutan untuk kabur ke semak belukar jika merasa terancam, alih-alih melawan.
  • Komunikasi dan Dinamika Sosial: Mereka hidup dalam kelompok keluarga yang kecil (2-10 individu), baik secara berpasangan (monogami) maupun satu jantan dengan beberapa betina (poligini).
    Berbeda dengan lutung lain yang kerap mengeluarkan suara keras, lutung dahi putih sangat pendiam. Mereka hanya menggunakan suara vokal lembut untuk berkomunikasi dengan anggota kelompoknya, sering kali di malam hari saat beristirahat bersama.
  • Reproduksi: Betina umumnya melahirkan satu bayi setelah masa kehamilan sekitar 5-6 bulan. Induk memberikan perawatan yang sangat intensif kepada anaknya.
    Jantan yang sudah dewasa akan meninggalkan kelompok kelahirannya untuk hidup mandiri dan membangun keluarganya sendiri. Diperkirakan usia harapan hidup mereka di alam liar mencapai 15-20 tahun.

Status Konservasi

Berdasarkan data dari Daftar Merah IUCN (IUCN Red List), lutung dahi putih saat ini berstatus Rentan (Vulnerable/VU) dengan tren populasi yang terus mengalami penurunan.

Ancaman utama kelangsungan hidup lutung dahi putih adalah penyusutan serta degradasi habitat (akibat perluasan perkebunan kelapa sawit, penebangan kayu, dan kebakaran hutan). Selain itu, mereka juga terancam oleh aktivitas perburuan liar yang dilakukan manusia untuk diambil dagingnya atau dijadikan bahan pengobatan tradisional.

Setelah mengetahui dunia satwa di hutan Kalimantan yang sangat beragam, tentunya menjadi tugas manusia untuk turut melindungi hutan. Habitat alami mereka bukan sekadar dibutuhkan satu spesies, melainkan upaya melindungi bumi.

Halaman 2 dari 2
(bai/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads