Pulau Kaget, Delta di Tengah Sungai Barito yang Jadi Habitat Alami Bekantan

Pulau Kaget, Delta di Tengah Sungai Barito yang Jadi Habitat Alami Bekantan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 05 Mei 2026 17:29 WIB
Bekantan di Pulau Kaget, Sungai Barito, Kalimantan Selatan.
Bekantan di Pulau Kaget, Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Foto: Dok. BKSDA Kalsel
Banjarmasin -

Sebuah pulau kecil muncul di tengah-tengah Sungai Barito. Pulau Kaget namanya, berada tepat di tengah aliran Sungai Barito. Pulau ini berbentuk delta yang terbentuk dari endapan lumpur.

Secara administratif, Pulau Kaget berada di Desa Tabunganen Muara, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Pulau ini adalah kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai KSDA Kalimantan Selatan melalui Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru.

Dengan luas sekitar 292,437 hektare, Pulau Kaget menjadi salah satu Kawasan Suaka Margasatwa yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Lingkungannya berupa hutan rawa mangrove yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena keanekaragaman hayati yang tinggi, Pulau Kaget mendapat perhatian serius dari pemerintah. Awalnya, sebagian wilayah Pulau Kaget ditunjuk sebagai wilayah konservasi melalui SK Menteri Pertanian No. 701/Kpts/Um/II/1976 pada 6 November 1976 dengan luas sekitar 85 hektare.

Kemudian, statusnya diperkuat melalui SK Menhutbun No. 337/Kpts-II/1999 sebagai Cagar Alam seluas kurang lebih 63,60 hektare. Tidak lama setelah itu, status kawasan ini berubah menjadi Suaka Margasatwa melalui SK Menhutbun No. 772/Kpts-II/1999.

Perluasan kemudian terjadi pada tahun 2009 melalui SK Menteri Kehutanan No. 435/Menhut-II/2009 yang menetapkan luas kawasan menjadi 292,437 hektare seperti saat ini.

Asal Usul Delta Alami di Tengah Sungai

Pulau Kaget terbentuk secara alami dari endapan lumpur yang terus mengendap di dasar sungai hingga akhirnya membentuk daratan.

Tanah alluvial yang kaya mineral membuat pulau ini sangat subur. Vegetasinya tumbuh lebat dan terdapat ekosistem hutan rawa mangrove yang menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Nama Pulau Kaget sendiri berasal karena ekspresi pengunjung saat tiba di sana yang kaget karena disambut riuh suara satwa liar, terutama bekantan yang memang habitat alaminya di sana.

Habitat Alami Bekantan

Daya tarik utama Pulau Kaget adalah keberadaan Bekantan, primata endemik Kalimantan yang memiliki hidung panjang. Bekantan atau yang sering dijuluki monyet belanda, merupakan salah satu spesies monyet terbesar di Asia. Satwa ini termasuk dalam daftar merah IUCN sebagai spesies terancam punah, serta masuk dalam Appendix I CITES.

Populasinya tercatat mengalami penurunan lebih dari 50% dalam beberapa dekade terakhir akibat kerusakan habitat dan perburuan. Sejak tahun 1990, bekantan bahkan ditetapkan sebagai maskot Provinsi Kalimantan Selatan.

Di Pulau Kaget, detikers bisa menemukan bekantan berkeliaran dari satu pohon ke pohon lainnya. Jika beruntung, bekantan juga bisa menyelam di aliran Sungai Barito.

Selain di Pulau Kaget, bekantan juga dapat ditemukan di beberapa kawasan lain seperti Taman Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Kutai, dan Taman Nasional Danau Sentarum.

Keanekaragaman Flora dan Fauna di Pulau Kaget

Bukan hanya bekantan, Pulau Kaget juga menjadi habitat berbagai satwa lain serta vegetasi khas hutan rawa mangrove. Dikutip dari laman BKSDA Kalimantan Selatan, berikut beberapa jenis flora dan fauna yang bisa ditemui di Pulau Kaget.

Flora

  • Rambai (Sonneratia alba)
  • Nipah (Nypa fructicans)
  • Tancang (Bruguiera sp)
  • Rengas (Gluta renghas)
  • Pandan (Pandanus sp)
  • Jeruju (Acanthus ilicifolius)
  • Bakung (Crinum asiaticum)

Fauna

Selain bekantan, terdapat pula:

  • Kera ekor panjang (Macaca fascicularis)
  • Lutung (Presbytis cristata)
  • Elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster)
  • Elang bondol (Haliastur indus)
  • Raja udang biru (Halcyon chloris)
  • Burung madu (Nectarinia jugularis)

Pulau Kaget adalah rumah bagi banyak spesies flora dan fauna yang membentuk ekosistem unik di tengah Sungai Barito. Oleh karena itu, perhatian serius juga ditekan pemerintah untuk menjaga kelestarian pulau ini.

Jika ingin berkunjung, detikers bisa mencapai pulau ini dari Banjarmasin melalui Dermaga Siring dan dilanjutkan dengan kelotok atau perahu kecil hingga sampai di Pulau Kaget.

Halaman 2 dari 2
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads