Petani di Guangdong, China, menemukan ubi berbentuk tangan manusia saat panen. Temuan tersebut kemudian masuk dalam berbagai berita internasional.
Itu seperti yang dikutip detikFood dari Must Share News (27/03/2026). Netizen heran karena bentuk ubi itu sangat mirip tangan manusia, lengkap dengan lima jari yang terlihat jelas.
Ubi yam yang ditemukan pria lanjut usia tersebut memiliki lima bagian menyerupai jari, dengan bagian paling kiri terlihat lebih pendek seperti ibu jari. Bahkan ujung-ujungnya tampak menyerupai kuku, sementara sisi lain umbi terlihat datar seperti telapak tangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan yang beredar, petani tersebut sempat terkejut saat pertama kali menemukannya, karena mengira yang digali adalah bagian tubuh manusia. Menantu petani tersebut yang bermarga Huang kemudian merekam video ubi tersebut dan membagikannya secara online.
Tak disangka, video tersebut langsung menarik perhatian banyak orang, termasuk calon pembeli yang tertarik untuk memilikinya. Huang mengatakan keluarganya sempat menerima tawaran hingga 8.000 Yuan atau Rp 19,7 juta. Meski nilainya cukup besar, petani tersebut memutuskan untuk menolak tawaran tersebut.
Keluarga petani itu masih mempertimbangkan apakah ubi berbentuk tangan manusia tersebut akan dijual atau disimpan sebagai koleksi. Keunikan bentuknya membuat banyak orang penasaran dan datang langsung ke rumah petani tersebut untuk melihatnya.
Sementara itu, reaksi netizen di media sosial juga juga cukup beragam. Salah satu komentar menyebut, "Foto-fotonya benar-benar membuat saya takut."
"Ubinya terlihat seperti sudah pernah manicure," canda netizen lainnya.
Para ahli menyebut bentuk umbi-umbian yang tidak biasa seperti itu sebenarnya bisa terjadi secara alami. Kondisi tanah, keberadaan batu, hingga tekanan dari tanaman lain dapat memengaruhi bentuk pertumbuhan umbi. Karena itu, bentuk unik seperti menyerupai tangan manusia bukanlah hal yang mustahil, meskipun tergolong jarang.
Mereka juga menyebut umbi dengan bentuk tidak biasa tersebut tetap sama seperti umbi pada umumnya, baik dari segi rasa, kandungan gizi, maupun komposisinya. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir karena fenomena ini merupakan bagian dari proses pertumbuhan alami tanaman.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/aau)