Wadai (kue) bingka khas Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah merupakan salah satu kuliner tradisional yang banyak diburu masyarakat maupun wisatawan. Wadai bingka adalah salah satu kue tradisional yang sangat terkenal di Pangkalan Bun dan telah menjadi ikon kuliner daerah tersebut. Kue ini biasanya berbentuk bunga, bertekstur lembut, serta memiliki rasa manis dan gurih.
Salah satu yang cukup terkenal adalah Bingka Haji Yayung yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, tepatnya di kawasan Bundaran Pramuka, Pangkalan Bun.
Setiap hari, lapak milik Haji Yayung ramai dikunjungi pelanggan yang ingin menikmati cita rasa bingka khas daerah tersebut. Kue tradisional berbahan dasar telur, santan, dan tepung ini memiliki tekstur lembut dengan rasa manis yang pas, sehingga cocok dinikmati bersama keluarga maupun dijadikan oleh-oleh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik usaha, Haji Yayung, mengatakan dirinya terus mempertahankan resep dan kualitas bingka yang telah dikenal masyarakat selama bertahun-tahun.
"Kami selalu menjaga kualitas bahan dan proses pembuatannya agar rasa bingka tetap sama seperti yang selama ini dikenal pelanggan. Alhamdulillah sampai sekarang masih banyak yang mencari dan membeli untuk oleh-oleh," ujar Haji Yayung, Sabtu (6/6/2026).
Bingka yang dijualnya tersedia dalam beberapa ukuran dengan harga yang relatif terjangkau. Untuk ukuran kecil dibanderol mulai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu, sedangkan ukuran sedang berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu. Sementara untuk ukuran besar yang biasa dibeli sebagai oleh-oleh keluarga atau pesanan acara, harganya mencapai Rp70 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung ukuran dan jumlah pesanan.
Salah seorang pelanggan asal Kabupaten Lamandau, Lisdawati, mengaku selalu menyempatkan diri membeli bingka Haji Yayung saat berkunjung ke Pangkalan Bun. Menurut Lisdawati, harga yang ditawarkan juga masih tergolong normal dan sesuai dengan kualitas yang didapat.
"Rasanya enak, lembut, dan manisnya pas. Saya sudah beberapa kali membeli di sini dan rasanya selalu konsisten," ungkapnya.
Keberadaan Bingka Haji Yayung menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Dengan cita rasa khas yang terus dipertahankan serta harga yang ramah di kantong, bingka legendaris di kawasan Bundaran Pramuka ini masih menjadi salah satu oleh-oleh favorit bagi para pengunjung yang datang ke Pangkalan Bun.
Cara Membuat Kue Bingka Khas Pangkalan Bun
Kue bingka merupakan salah satu kuliner tradisional yang cukup populer di Kalimantan, termasuk di Pangkalan Bun. Cita rasanya yang manis dengan tekstur lembut membuat kue ini digemari berbagai kalangan.
Bahan-bahan
- 10 butir telur ayam
- 500 ml santan kental
- 250 gram gula pasir
- 200 gram tepung terigu
- 100 gram margarin, dilelehkan
- 1/2 sendok teh vanili
- Sejumput garam
Cara Membuat
- Kocok telur dan gula pasir hingga gula larut dan adonan tercampur rata.
- Masukkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
- Tambahkan tepung terigu, vanili, dan garam, lalu aduk hingga tidak ada gumpalan.
- Masukkan margarin yang telah dilelehkan, kemudian aduk kembali sampai adonan benar-benar homogen.
- Tuangkan adonan ke dalam loyang yang telah diolesi margarin.
- Panggang dalam oven dengan suhu sekitar 180 derajat Celsius selama 45-60 menit hingga matang dan bagian atas berwarna kecokelatan.
- Setelah matang, angkat dan dinginkan sebelum dipotong dan disajikan.
Menurut para pembuat bingka tradisional, kunci kelezatan kue ini terletak pada penggunaan santan segar dan telur berkualitas serta proses pemanggangan yang tepat. Perpaduan bahan sederhana tersebut menghasilkan bingka yang lembut, harum, dan memiliki rasa khas yang menjadi ciri kuliner tradisional Kalimantan.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)