Iran Disinyalir Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Sebut Tak Ada Penundaan

Iran Disinyalir Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Sebut Tak Ada Penundaan

Yanu Arifin, Salamah Harahap - detikKalimantan
Rabu, 11 Mar 2026 13:00 WIB
TEHRAN, IRAN - MARCH 25: Players of Iran celebrate after the 2026 FIFA World Cup Asian Qualifiers Group A game between Iran and Uzbekistan at Azadi Stadium on March 25, 2025 in Tehran, Iran. Irans national football team celebrated after securing qualification for the 2026 FIFA World Cup with a 2-2 draw against Uzbekistan. (Photo by Fatemeh Bahrami/Anadolu via Getty Images)
Timnas Iran. Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
Balikpapan -

Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran tak hanya berpengaruh ke sektor ekonomi, tetapi juga olahraga. Iran yang sudah lolos babak kualifikasi ke Piala Dunia 2026 disinyalir akan mundur dari pesta sepakbola terbesar di dunia tersebut, mengingat tuan rumah Piala Dunia 2026 adalah Amerika Serikat. Federasi Sepakbola Internasional atau FIFA juga menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 tidak akan ditunda.

Mengutip detikSepakbola, kemungkinan mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026 ini disampaikan oleh Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj. Menurut Taj, Piala Dunia digelar dalam kondisi tidak ideal sehingga kemungkinan tidak akan ada yang datang untuk berpartisipasi.

"Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini (AS)?" ungkap Mehdi Taj dalam siaran televisi negara Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejatinya, sebelum perang terjadi, Iran sudah lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 dan bergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Namun, perang yang dipicu kematian Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 membuat keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia pun dipertanyakan dan masih menjadi pembahasan di pemerintahan Iran.

Sementara itu, Kepala Operasional FIFA Heimo Schirgi menyatakan Piala Dunia 'terlalu besar' untuk ditunda, bahkan karena konflik Timur Tengah sekalipun. Piala Dunia akan tetap berlangsung sesuai rencana pada Juni 2026.

Schirgi juga mengungkapkan harapannya agar seluruh negara yang sudah lolos ke Piala Dunia 2026 dapat tetap berpartisipasi, termasuk Iran. Ia meyakini akan segera ada resolusi konflik sehingga Iran dapat tetap ikut serta dalam Piala Dunia.

"Pada suatu saat, kami akan memiliki resolusi dan Piala Dunia akan tetap berlangsung, tentu saja. Piala Dunia terlalu besar, dan kami berharap semua negara yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi," ujarnya kepada Pusat Penyiaran Internasional di Dallas pada Senin (9/3/2026), dikutip Reuters.

Schirgi menegaskan bahwa FIFA terus memantau situasi di Timur Tengah dengan cermat sambil bekerja sama dengan mitra federal dan internasional untuk mengevaluasi perkembangan harian.

Respons berbeda datang dari Presiden AS Donald Trump. Beberapa waktu lalu, Trump menegaskan bahwa dia tidak peduli apakah Iran ikut Piala Dunia atau tidak. Menurutnya tidak ada masalah jika Iran mundur sekalipun.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads