Iran Sebut AS-Israel Gagal: Setelah 10 Hari Perang, Mereka Tak Punya Tujuan

Internasional

Iran Sebut AS-Israel Gagal: Setelah 10 Hari Perang, Mereka Tak Punya Tujuan

Rita Uli Hutapea - detikKalimantan
Selasa, 10 Mar 2026 20:30 WIB
Iranian Foreign Minister Abbas Araqchi arrives to Lebanon to meet with Lebanese officials, at Beirut international airport, Lebanon, June 3, 2025. REUTERS/Mohamed Azakir/File photo Purchase Licensing Rights
Menlu Iran Abbas Araghchi/Foto: REUTERS/Mohamed Azakir/File photo Purchase Licensing Rights
Balikpapan -

Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negara Republik Islam tersebut telah gagal. Ia menyebut semua rencana AS-Israel gagal.

"Rencana A gagal, dan sekarang mereka mencoba rencana lain, tetapi semuanya juga gagal," kata Araghchi dilansir Al Ajazeera, Selasa (10/3/2026).

Abbas menambahkan AS dan Israel tidak memiliki tujuan akhir, dan karena itu melancarkan serangan tanpa pandang bulu terhadap daerah permukiman. Menurutnya dengan menyerang infrastruktur energi Iran, mereka telah menyebabkan harga minyak meroket.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka gagal mencapai tujuan mereka di awal, dan sekarang, setelah 10 hari, saya pikir mereka tidak memiliki tujuan," ujar Menlu Iran itu.

Ia juga mengatakan kepada PBS News, bernegosiasi dengan AS tidak lagi menjadi agenda, setelah 'pengalaman yang sangat pahit' selama putaran pembicaraan nuklir sebelumnya.

"Mereka berjanji kepada kami bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang kami, dan mereka ingin menyelesaikan masalah nuklir Iran secara damai dan menemukan solusi yang dinegosiasikan," kata Araghchi.

"Namun, mereka tetap memutuskan untuk menyerang kami," ujarnya.

"Saya rasa pertanyaan tentang berdialog dengan Amerika... sekali lagi tidak akan dipertimbangkan," terangnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan perang melawan Iran sudah 'sangat tuntas'. Trump menyebut Washington jauh lebih cepat dari perkiraan awal soal perang akan berlangsung selama empat hingga lima pekan.

Pernyataan terbaru Trump itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/3/2026), disampaikan dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat. AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump, berbicara kepada CBS News dalam wawancara telepon dari klub golfnya di Doral, Florida.

"Mereka (Iran-red) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump dalam wawancara tersebut.

AS sebelumnya mengatakan pasukannya telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada minggu pertama operasi militer, yang diberi nama "Operation Epic Fury".

"Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya," ucap Trump saat berbicara kepada wartawan CBS News, Weijia Jiang, dalam wawancara telepon itu.

Artikel ini sebelumnya tayang di detikNews dengan judul Menlu Iran Sebut Perang AS-Israel Telah Gagal.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads