Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) akan luncurkan buku sejarah pembangunan masjid ini. Rencananya, buku akan diluncurkan saat momen bulan puasa Ramadhan ke 1447 hijriah.
Masjid Kecubung ini menjadi ikon Kota Palangka Raya dengan ciri khas kubah berwarna ungunya. Dibangun sejak tahun 2011 dan difungsikan sejak tahun 2023, masjid erlokasi di Jalan RTA Milono Km 4,5 Kota Palangka Raya.
Majeri, Ketua II Badan Pengelola Masjid Agung Kubah Kecubung sekaligus Ketua Takmir Ramadhan 1447 hijriah, menjelaskan buku yang membahas tentang sejarah berdirinya masjid Kubah Kecubung akan diluncurkan. Buku itu akan menceritakan inspirasi pembangunan masjid, termasuk awal insiasinya di tahun 2008.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita insyaAllah dalam waktu dekat ini akan menerbitkan buku sejarah berdirinya Masjid Kecubung. Sejarah berdirinya masjid ini diprakarsai oleh para tokoh pemuka agama dan para pemimpin di Kota Palangka Raya, waktu itu pencetus awal Wali Kota Palangka Raya tahun 2008 bapak Riban Satia," ujarnya kepada detikKalimantan, Jumat (27/2/2026).
Diketahui, Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman diresmikan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin pada Jumat (15/9/2023) silam. Serta bersamaan dengan acara Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah.
Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman dibangun di atas luas tanah sekitar 3,5 hektar. Bangunan masjid seluas 12.577 meter persegi, yang terdiri atas bangunan utama seluas 2.793 meter persegi dan selasar seluas 2.830 meter.
Masjid berdiri begitu megah, memiliki kapasitas daya tampung hingga 8.000 jamaah. Masjid ini dibangun dengan arsitektur konsep timur tengah. Kubah masjid yang berwarna ungu kecubung menjadi ikon Kota Palangka Raya.
Majeri yang ikut menulis buku itu menjelaskan sekilas alasan berdirinya masjid ini. Menurutnya, para pemrakarsa ingin mendirikan masjid kebanggaan bagi warga Kota Palangka Raya.
"Mereka menginginkan bahwa harus ada masjid yang dapat menjadi kebanggaan Kota Palangka Raya, dalam arti statusnya sebagai Masjid Agung," jelasnya.
Ia mengungkapkan saat peletakan batu pertama tahun 2011, diletakan langsung oleh Menteri Agama pada saat itu, Suryadharma Ali. Adapun pelaksanaan peluncuran buku direncanakan akan dilaksanakan pada puasa Ramadhan yang ke 17.
"Rencana kita nanti pada 17 Ramadhan, kebetulan pas ulang tahun pak Riban Satia. Sekaligus kita adakan Nuzulul Qur'an serta launching Sejarah berdirinya Masjid Agung Kubah Kecubung," pungkasnya.
(aau/aau)