Kota Singkawang memang dikenal sebagai Kota Seribu Kelenteng. Julukan itu diberikan sebab hampir di setiap sudut kota ini berdiri vihara dan kelenteng dengan arsitektur khas tersendiri.
Di antara banyaknya rumah ibadah yang ada, terdapat satu vihara yang mencuri perhatian karena kemegahan bangunannya, Vihara Tri Dharma Sui Kheu Thai Pak Kung.
Masyarakat di sana lebih akrab menyebutnya Vihara Kulor karena letak vihara ini berada di kawasan Sanggau Kulor, tepatnya di Jalan Sanggau Kulor, Singkawang Timur, tidak terlalu jauh dari pusat kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kejauhan saja, bangunan vihara ini sudah tampak mencolok dengan dominasi warna merah dan emas serta ornamen naga yang menghiasi tangga utama.
Kemegahan Vihara Seluas 6 Hektare
Corak dan ornamen yang menghiasi atap Vihara Kulor. Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel |
Kemegahan vihara ini begitu nyata di atas lahan seluas sekitar enam hektare. Sebelum berada di Sanggau Kulor, Vihara Tri Dharma Sui Kheu Thai Pak Kung mulanya hanya merupakan cetiya atau tempat suci agama Buddha di pasar kulor.
Bangunannya kemudian mulai pindah ke Gunung Roban, lalu dibangun sekitar tahun 2012 dan diresmikan pada Oktober 2022. Saat ini, vihara tersebut menjadi salah satu vihara terbesar dan termegah di Kalimantan Barat.
Saat memasuki kawasan vihara, pengunjung akan disambut area halaman yang luas dengan nuansa seperti kuil-kuil megah di Tiongkok atau Taiwan. Tidak sedikit wisatawan menyebut suasana di sini terasa seperti sedang berada di luar negeri karena detail arsitekturnya yang sangat khas.
Terdapat empat tangga yang mengelilingi vihara ini, tetapi tangga utama menuju bangunan vihara jadi spot yang paling banyak diburu untuk berfoto. Di tengah tangga juga ada naga raksasa yang meliuk seolah-olah sedang turun dari langit.
Selain naga, hampir seluruh sudut bangunan dipenuhi ornamen khas budaya Tionghoa. Atap vihara dibuat bertingkat dengan ukiran detail menyerupai kuil tradisional China. Warna merah, emas, hijau, dan biru mendominasi bangunan sehingga terlihat megah.
Vihara Kulor juga mengadaptasi ornamen dan bentuk vihara yang ada di Tiongkok. Ciri-cirinya antara lain penggunaan warna merah dan emas yang dominan, ujung atapnya melengkung menyerupai ekor burung walet, serta ornamen naga, burung hong, dan berbagai simbol keberuntungan yang menghiasi bangunan.
Wisata Religi di Singkawang
Bukan hanya menjadi tempat ibadah umat Buddha dan Konghucu, Vihara Sui Kheu Thai Pak Kung juga menjadi destinasi wisata religi favorit di Singkawang. Banyak wisatawan datang untuk menikmati keindahan arsitektur maupun berburu foto di sekitar vihara megah ini.
Beberapa bagian vihara juga sering dijadikan latar foto prewedding dan berbagai acara lainnya. Detail relief naga, pilar besar bernuansa emas, hingga lukisan pada plafon bangunan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Suasana di kawasan vihara terasa tenang karena berada agak jauh dari keramaian pusat kota. Di belakang bangunan utama, pengunjung bisa melihat pemandangan perbukitan hijau yang membuat suasana semakin sejuk dan damai.
Saat malam hari, lampu-lampu yang menyala di setiap sudut bangunan menerangi setiap penjuru vihara. Banyak wisatawan sengaja datang saat malam hari untuk menikmati keindahan lampion dan cahaya dari lampu vihara yang cantik.
Sebagai salah satu vihara terbesar di Singkawang, vihara ini paling ramai dikunjungi ketika perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Pada momen tersebut, kawasan vihara dipenuhi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menyaksikan kemeriahan tradisi Cap Go Meh.
Terdapat area kuliner di bagian belakang kompleks Vihara Kulor. Pengunjung bisa menikmati berbagai makanan khas Singkawang seperti choi pan maupun aneka jajanan lokal lainnya. Area food court itu hampir selalu ramai terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
(aau/aau)
