Pangkalan Udara Iskandar di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, memiliki wajah baru dalam pelestarian sejarah. Melalui Rumah Heritage Cornelis Willem, Lanud Iskandar menghadirkan ruang edukasi yang menghubungkan masa lalu dengan generasi masa kini.
Bangunan yang dahulu merupakan Markas Komando Lanud Iskandar itu kini telah direvitalisasi menjadi rumah sejarah dan museum. Renovasi yang dilakukan tidak hanya mempercantik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali berbagai kisah perjuangan yang pernah terjadi di kawasan tersebut.
Di balik dinding-dinding bangunan bersejarah itu, tersimpan berbagai dokumentasi yang merekam perjalanan panjang Lanud Iskandar. Foto-foto lama dan arsip penting menjadi saksi bisu perkembangan pangkalan udara yang memiliki peran strategis dalam sejarah bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han., mengatakan museum tersebut menjadi wadah untuk mengenalkan sejarah kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai koleksi yang ditampilkan memiliki nilai historis yang sangat penting.
"Museum ini menyimpan berbagai koleksi foto dan dokumentasi bersejarah yang berkaitan dengan Lanud Iskandar, termasuk salah satu momen bersejarah yaitu operasi penerjunan pertama Republik Indonesia yang dikenal sebagai salah satu aksi heroik dalam sejarah militer Indonesia," ujarnya Sabtu, (13/6/2026).
Kisah operasi penerjunan pertama Republik Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama museum tersebut. Peristiwa itu tidak hanya menunjukkan keberanian para pejuang, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah pertahanan negara.
Selain dokumentasi operasi militer, museum ini juga menghadirkan potret sejumlah tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi Kalimantan Tengah dan Indonesia. Kehadiran foto-foto tersebut memberikan gambaran tentang sosok-sosok yang berperan dalam perjalanan sejarah daerah maupun nasional.
"Nama-nama besar seperti Pahlawan Nasional Tjilik Riwut dan Emanuel Nuhan mendapat ruang khusus dalam museum ini. Melalui dokumentasi yang tersaji, pengunjung dapat mengenal lebih dekat jejak perjuangan dan pengabdian mereka," ujar perwira menengah TNI AU itu.
Tidak hanya itu, Heritage Cornelis Willem juga menampilkan deretan foto para komandan Lanud Iskandar dari masa ke masa. Koleksi tersebut menjadi pengingat tentang estafet kepemimpinan yang terus membawa Lanud Iskandar berkembang hingga saat ini.
"Bagi kalangan pelajar, museum ini menjadi sarana belajar yang menawarkan pengalaman berbeda dari ruang kelas. Sejarah tidak lagi hanya dibaca dari buku, tetapi dapat disaksikan langsung melalui berbagai koleksi yang tersimpan di dalam museum," ujarnya.
Tri Widyanto berharap keberadaan museum ini mampu menumbuhkan rasa cinta Tanah Air di kalangan generasi muda. Ia menilai pemahaman terhadap sejarah merupakan fondasi penting dalam membangun karakter bangsa.
"Museum ini diharapkan dapat menjadi sumber edukasi dan inspirasi, terutama bagi generasi muda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah perjuangan bangsa," tuturnya.
Heritage Cornelis Willem/Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan |
Ke depan, Heritage Cornelis Willem akan terus dikembangkan agar menjadi destinasi edukasi sejarah yang semakin lengkap, menarik, dan membanggakan bagi masyarakat Pangkalan Bun.
Untuk diketahui, Rumah Heritage William atau Heritage Cornelius Willem di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, resmi diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pada 18 Maret 2024. Saat itu, Danlanud Iskandar yang menjabat Letkol Pnb David Moningka.
Nama Cornelius Willem diabadikan karena ia merupakan salah satu pejuang udara asal Kalimantan yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sosok Letnan Muda Udara II Cornelius Willem dikenal sebagai putra Kapuas yang ikut berjuang bersama AURI pada masa revolusi kemerdekaan.
(sun/aau)

