Di puncak Bukit Indra Kencana, Pangkalan Bun, berdiri megah Istana Kuning, bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Kesultanan Kutaringin. Meski telah direkonstruksi, istana ini tetap memancarkan pesona masa lalu dan menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah.
Istana Kuning bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol kejayaan Kesultanan Kutaringin yang pernah memindahkan pusat pemerintahannya ke Pangkalan Bun pada awal abad ke-19. Perpindahan itu menjadi tonggak penting yang menandai berkembangnya Pangkalan Bun sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan di wilayah barat Kalimantan Tengah.
Arsitektur istana didominasi kayu ulin yang terkenal kokoh dan tahan terhadap perubahan cuaca. Sentuhan budaya Melayu berpadu dengan pengaruh Dayak dan Banjar terlihat dari bentuk bangunan, ukiran, hingga tata ruang yang masih dipertahankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warna kuning yang melekat pada nama istana bukan tanpa makna karena dalam budaya Melayu melambangkan kemuliaan, kehormatan, dan kewibawaan kerajaan. Filosofi itu masih terasa melalui ornamen dan gerbang yang menghiasi kawasan istana.
Di dalam kompleks istana tersimpan berbagai koleksi peninggalan kerajaan, mulai dari perabot, foto keluarga kesultanan, hingga benda-benda bersejarah lainnya. Koleksi tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang Kesultanan Kutaringin yang pernah berjaya di wilayah ini.
Kepala Dinas Pariwisata Kotawaringin Barat Rona Nirmala mengatakan Istana Kuning memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena menjadi identitas budaya daerah. Menurutnya, keberadaan istana harus terus dijaga agar generasi muda mengenal sejarah dan jati diri daerahnya.
Istana Kuning peninggalan Kesultanan Kutaringin di Kotawaringin Barat, Kalteng. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan |
"Pemerintah daerah terus mengembangkan Istana Kuning sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Berbagai kegiatan seperti festival budaya, kunjungan edukasi, hingga promosi wisata rutin dilakukan untuk menarik minat wisatawan," ujar Rona, Sabtu (20/6/2026).
Istana Kuning juga menjadi tempat yang sering dikunjungi pelajar untuk mempelajari sejarah lokal secara langsung. Dengan melihat bangunan dan koleksi yang ada, pembelajaran sejarah menjadi lebih hidup dibanding hanya melalui buku.
Perjalanan Istana Kuning tidak selalu mulus karena bangunan aslinya pernah musnah akibat kebakaran pada tahun 1986. Namun, rekonstruksi yang dilakukan berhasil mengembalikan bentuk istana sehingga warisan sejarah itu tetap dapat dinikmati masyarakat.
"Keberadaan istana turut mendukung sektor pariwisata Kotawaringin Barat yang dikenal memiliki kekayaan alam dan budaya. Wisatawan yang datang ke Pangkalan Bun tidak hanya menikmati wisata orang utan, tetapi juga dapat menyusuri jejak sejarah Kesultanan Kutaringin," ujarnya.
Suasana tenang di kawasan Istana Kuning menghadirkan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung. Lantai kayu, ukiran tradisional, dan panorama dari Bukit Indra Kencana seolah membawa siapa saja kembali ke masa kerajaan.
Bagi Kotawaringin Barat, Istana Kuning bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga warisan yang terus menghubungkan sejarah, budaya, dan pariwisata.
"Menjaga kelestariannya berarti merawat identitas daerah agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang," pungkasnya.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)

