Penerjemah Jujutsu Kaisen Jelasin Misteri yang Gak Terungkap di Manga

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Manga Jujutsu Kaisen Modulo
Foto: Istimewa
Jakarta - Final dari Jujutsu Kaisen Modulo makin dekat. Pertempuran utama alami perubahan gak terduga di chapter 21. Wah, apa yang bakal terjadi ya?

Kisah ini terjadi 68 tahun setelah Culling Game, ketika dunia Jujutsu menghadapi ancaman terbesar sejak Ryomen Sukuna, ketika lebih dari 50.000 Simurian tiba di Bumi sebagai pengungsi. Pemimpin mereka, Dabura, memiliki kekuatan luar biasa yang tak seorang pun di masyarakat Jujutsu dapat menandinginya.

Meskipun Yuji Itadori adalah satu-satunya yang mampu mengalahkannya, protagonis asli telah menyatakan gak bakal ikut campur.

Saat pertarungan Dabura dengan Yuka Okkotsu dimulai, penyihir muda itu memanggil Mahoraga dengan Teknik Sepuluh Bayangannya dan bersembunyi di dalam salah satu bayangannya.

Seorang penerjemah yang menggarap chapter 236, bab yang paling terkenal sepanjang serial, jelasin gimana desain wilayah kekuasaan Dabura terinspirasi dari Monumen Revolusi Rakyat Moslavina di Podgarić, Kroasia.

"Inspirasinya bukan hanya untuk penampilan tetapi memiliki makna berlapis, karena monumen tersebut melambangkan mengatasi kematian dan kekalahan, sesuatu yang direncanakan Dabura," tulisnya di media sosial pribadinya.

Menurutnya, setiap Ekspansi Wilayah Kekuasaan dipicu oleh tanda tangan yang unik, dan semuanya memiliki arti yang berbeda. Dalam kasus Dabura, menyerupai tanda tangan terkait dengan Mārīcī, dewa Buddha yang dikaitkan dengan matahari, sinar matahari, dan cahaya bulan.

Keinginan Dabura untuk meraih kemenangan bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk mengamankan gaya hidup yang stabil bagi sesama Simuria, yang harus meninggalkan rumah mereka karena perang saudara.




(tia/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO