Ogah Disebut Balik Setelan Pabrik, Slank: Berarti Gak Tahu Single Sebelumnya
Bimbim, pentolan Slank akhirnya buka suara secara blak-blakan. Menurutnya, Slank gak pernah berubah. Jiwa kritis mereka diklaim selalu ada, hanya saja sudut pandang orang yang melihatnya berbeda-beda tergantung situasi politik.
"Sebenarnya kita sih gini-gini aja, dari dulu sampai sekarang setelannya ya tetap Slank. Mungkin karena sekarang kita lagi 'di luar', jadi kelihatan vokal lagi," ungkap Bimbim di Markas Slank, Potlot, Jakarta Selatan.
Gitaris mereka, Ridho bahkan gak mau loh bandnya disebut balik ke setelan pabrik. Ridho juga ngejelasin beberapa single Slank beberapa tahun belakangan yang masih senantiasa mengkritik loh.
"Kalau menurut gue, kalian jangan tulis setelan pabrik. Itu menandakan kalian gak ngerti gitu. Karena di tahun 2017 kita ngeluarin Palalopeyank, pernah dengar gak?" jawab Ridho dengan santai.
Ridho meminta banyak orang untuk mendengarkan Palalopeyank yang Slank rilis pada 2017. Hal ini secara tegas memastikan bahwa Slank bukan band yang ada di satu sisi kepemerintahan aja.
"Jadi kalau dibilang setelan pabrik, berarti kalian itu gak mengamati itu. Dari 2017 kita sudah bikin, di album Vaksin kita sudah bikin, sampai sekarang," tambah Ridho.
Bimbim menegaskan bahwa Slank akan selalu menjadi 'anjing penjaga' yang menggonggong lewat lirik-lirik lagu. Itu semua bakal mereka lakukan jika melihat ada yang gak beres di negeri ini.
Bagi mereka, kembali kritis bukan berarti berubah, tapi memang itulah DNA asli Slank sejak lahir di era 80-an.
(pig/ass)










































