Venice Biennale 2026 Diwarnai Demontrasi Paviliun Rusia-Israel

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
VENICE, ITALY - MAY 08: Protesters march from Viale Garibaldi towards the Arsenale during a demonstration called by the Art Not Genocide Alliance (ANGA) demanding the exclusion of Israel and Russia from the 61st Venice Biennale on May 08, 2026 in Venice, Italy. Cultural workers, artists and Italian trade unions stage a 24-hour strike across the Biennale venues, called by the Art Not Genocide Alliance (ANGA) alongside local cultural organisations, demanding the exclusion of both Israel and Russia from the 61st edition. At 4:30 p.m., a public rally takes place on Viale Garibaldi, a thoroughfare running alongside the Arsenale, where protesters, artists and cultural workers gather to march and address the crowd under banners calling for institutional accountability. The strike follows the resignation of the Biennales entire five-person prize jury, who had moved to exclude artists from countries whose leaders face international arrest warrants for crimes against humanity, a decision widely understood as targeting Russia and Israel. The EU has also cut funding slated for the 2028 Biennale in response to the decision to readmit Russia after a four-year hiatus.  (Photo by Simone Padovani/Getty Images)
Foto: Getty Images/Simone Padovani
Jakarta - Ketegangan geopolitik yang terjadi selama dua tahun terakhir, meluas ke pameran seni kontemporer di Venice Biennale 2026. Edisi yang disebut sebagai paling kacau dan penuh kontroversi sepanjang sejarah seni diwarnai dengan demonstrasi di depan Paviliun Rusia dan Israel.

Juri Venice Biennale membatasi tindakannya pada negara-negara yang sedang diselidiki oleh Mahkamah Pidana Internasional atas pelanggaran hak asasi manusia. Tapi beberapa pihak, ada yang bilang kalau AS seharusnya diikutsertakan.

Seniman asal Inggris, Anish Kapoor, menyebutkan 'politik kebencian dan perang, semua telah terjadi terlalu lama'.

Jelang pembukaan, para demonstran yang menentang partisipasi Israel bentrok dengan polisi pada Jumat pekan lalu (8/5). Awal pekan ini, kelompok feminisme dari Ukraina dan Rusia berkumpul di depan Paviliun Rusia.

Warga Palestina juga mengenang para seniman yang terbunuh dalam genosida yang dilakukan oleh Israel di Gaza.

Venice Biennale adalah ajang seni kontemporer paling bergengsi dan tertua di dunia. Usianya lebih dari 150 tahun dan diselenggarakan setiap dua tahunan. Tahun ini, Venice Biennale dibuka pada 9 Mei dan digelar selama 6 bulan hingga 22 November 2026 di Venesia, Italia.

Berlangsung di lokasi Giardini dan Arsenale, diikuti 99 negara, dengan pratinjau dimulai 6 Mei 2026. Pameran ini menampilkan karya yang berupaya menjawab tantangan sosial dan artistik global melalui pendekatan residensi.

Dikurasi oleh Koyo Kouoh dengan tema In Minor Keys, Venice Biennale 2026 menampilkan paviliun negara, termasuk Paviliun Indonesia dengan tema Printing the Unprinted.




(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO