Menelusuri Karya Seni Oesman Effendi di Galeri Nasional Indonesia
Merayakan HUT ke-499 kota Jakarta, Museum dan Cagar Budaya unit Galeri Nasional Indonesia kolaborasi dengan OE Foundation menghadirkan pameran Oesman Effendi (1919-1985) Arsip dan Karya hingga September 2026. Bukan sekadar eksibisi, namun tim kurator ingin menempatkan kembali OE ke sejarah seni rupa modern Indonesia.
"Oesman Effendi bukan hanya sebagai pelukis abstrak tapi juga pemikir yang menjembatani modernisme internasional dengan pengalaman artistik budaya Nusantara," kata tim kurator Aminudin TH Siregar dalam press tour, Jumat (26/6/2026).
Selain Aminudin TH Siregar, kurator lainnya yang mengkurasi ada Citra Smara Dewi, dan Karamina Puspitasari. Melalui pembacaan ulang konsep 'kesan dalam', satu di antara yang utama dalam pameran, ada juga arsip, lukisan batik kontemporer, dan sejumlah karya cukilan katu.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menegaskan penting untuk kembali menghadirkan sosok OE yang berperan besar dalam membentuk lanskap kebudayaan dan kesenian Indonesia.
"Pameran ini menjadi bagian dari upaya pelestarian memori kebudayaan bangsa, sekaligus membuka ruang apresiasi dan pembacaan kritis terhadap warisan pemikiran serta praktik artistik OE," katanya.
Mulai dari karya seni abstrak, lukisan batik kontemporer, sketsa Candi Borobudur hingga desain rancangan Uang Kertas Indonesia, detikers bisa menyambangi Gedung B, lantai 1 Galeri Nasional Indonesia buat melihat-lihat karyanya. Pameran seni berlangsung hingga 6 September 2026.
(tia/tia)












































