Rencana Kementerian Kebudayaan Terjemahkan Lagi Karya Sastra Klasik
Hal tersebut diungkap oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, usai acara Sasana Sastra: Membaca Karya Klasik Indonesia pada Kamis (2/7).
"Perlu diketahui penerjemahan sastra kontemporer dari workshop penerjemahan sastra, supaya makin banyak penerjemahan sastra kita. Karena agak beda ya, dengan penerjemahan karya sastra non-fiksi, harus ada tools-nya, instrument diksinya harus tepat dari bahasa Indonesia," katanya.
Ke depannya, pemerintah bakal melanjutkan project terjemahan karya sastra klasik dan bakal memboyongnya ke berbagai festival jual-beli rights buku internasional.
"Nanti akan dipilih ya sama tim. Penerjemahan karya sastra klasik berikutnya dimulai lagi tahun ini. Ada Subagio Sastrowardoyo, Sutardji Calzoum Bachrie, Armijn Pane. Kalau yang sudah diterjemahkan ya tidak, tapi bagaimana memilih karya sastra yang belum pernah diterjemahkan sama sekali," ungkap Fadli Zon.
Nantinya, karya sastra klasik yang diterjemahkan diharapkan bisa mewakili periode sesuai zamannya. "Ya sudah bisa dianggap mewakili puncak-puncak sastra Indonesia ya," tegasnya.
Di project pertama, Kementerian Kebudayaan menerjemahkan 6 karya sastra klasik. Di antaranya ada Azab dan Sengsara karya Merari Siregar yang diterjemahkan oleh Annie Tucker, Kehilangan Mestika karya Fatimah Hasan Delais terjemahan Syarafina Vidyadhana, Tanah Gersang karya Mochtar Lubis terjemahan Zoe McLaughlin, Dua Dunia karya NH Dini terjemahan Saut Situmorang, kumpulan puisi Balada Orang-orang Tercinta karya WS Rendra penerjemah Lara Norgaard, serta Surat Kertas Hijau karya Sitor Situmorang yang diterjemahkan oleh Suzan Piper.
Fadli Zon juga mengatakan penerjemahan 6 karya sastra klasik dan 15 karya kontemporer jadi penguatan ekosistem dan diplomasi budaya.
"Penguatan ekosistem sastra dilakukan melalui komunitas, festival, laboratorium penerjemah, promotor sastra, serta MTN bidang sastra. Indonesia juga mendapat kehormatan menjadi Guest of Honor pada Abu Dhabi Book Fair Internasional tahun ini resmi diumumkan," tukasnya.
(tia/wes)

