5 Fakta Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia yang Selipkan Azan
Selipan azan jadi detail cerita dan latar bagi alur di Mongol pada abad ke-13 jadi kisah menarik untuk ditelusuri.
Berikut 5 fakta soal anime Jaadugar: A Witch in Mongolia, seperti dirangkum redaksi detikpop:
1. Latar di era Kekaisaran Mongol
Sejak awal teaser, latar ceritanya sudah ditegaskan pada abad ke-13 saat Kekaisaran Mongol ada. Tapi fokus ceritanya bukan pada penguasa Mongol, tapi tentang seorang perempuan muda bernama Sitara.
Meskipun disebutkan judulnya Mongolia, tapi bagian awal cerita terlihat seperti kota Tus yang ada di Persia. Sekarang kotanya ada di wilayah otonom Iran.
Baca juga: 7 Anime Terkenal yang Sempat Dilarang Tayang |
2. Makna Judul 'Witch'
Jika melihat di judul ada kata witch yang artinya 'penyihir', nah sebenarnya gak punya sihir sungguhan nih. Tapi maksudnya adalah karakter utama punya kecerdasan, strategi politik, dan mampu membaca situasi antar konflik yang ada.
3. Daftar Seiyu
Karakter utama Sitara diperankan oleh Akira Sekini. Houko Kuwashima sebagai Fatima, Ryota Suzukis ebagai Tolui, Miyu Irino sebagai Shira, Jun Saito sebagai Muhamad atau putra kandung Fatima.
4. Debut Perdana Jun Saito
Menariknya, seiyu Jun Saito pertama kalinya berkecimpung di industri anime televisi. Sebelumnya, ia sukses di film dan drama. Karakter Muhammad menurutnya, berperan besar untuk mengajarkan Sitara pentingnya belajar, sebelum akhirnya ia pergi mengembara.
5. Manga Pemenang Penghargaan
Serial animenya diadaptasi dari manga A Witch Life in Mongol karya komikus anonim Tomato Soup. Komiknya terbit di website Souffle (Akitashoten Group). Komiknya mencuri perhatian karena mendapat jawara pertama dari penghargaan Kono Manga ga Sugoi! edisi 2023 untuk kategori mangaka perempuan.
Bergenre sejarah fantasi, komiknya juga masuk ke dalam nominasi Manga Taisho selama dua tahun berturut-turut pada 2023 dan 2024.
(tia/wes)

