George RR Martin Ngaku Susah Selesaikan Bukunya: Saya Makin Menua!
Tapi sayangnya, novelis George RR Martin berulang kali melewatkan deadline untuk series Winds of Winter. Pembacanya pun sampai heran kenapa bukunya gak pernah selesai. Kini lewat postingan terbaru di blognya, ia memudarkan harapan pembaca setianya.
"Unggahan blog terakhir saya di sini terbit pada 19 Februari. Unggahan-unggahan setelahnya dibuat oleh 'pasukan' andalan saya. Saya beruntung memiliki staf asisten yang hebat namun meski dengan bantuan mereka, saya terus semakin tertinggal," tulisnya dalam unggahan pada 3 Agustus lalu.
George RR Martin juga melanjutkan tulisannya dengan metafora puitis tentang fase 'musim dingin' dalam hidupnya. Bukan cuma soal menurunnya kemampuan dirinya untuk berkarya, tapi juga rasa duka mendalam karena kehilangan teman dan orang-orang terkasihnya yang meninggal.
"Tahun ini sungguh penuh tekanan, bisa dibilang begitu. Begitu banyak hal yang terjadi sampai rasanya kewalahan. Ada hal-hal hebat dan menggembirakan, mimpi-mimpi yang jadi kenyataan, tapi ada pula mimpi buruk," katanya.
"Saya kehilangan teman-teman. Berjuang melawan kesedihan dan depresi. Mungkin hal terburuk belum terjadi. Saya genap berusia 77 tahun September lalu, dan percayalah, menjadi tua itu gak menyenangkan," ungkapnya.
Seolah itu belum cukup membuat patah semangat, Martin mengakhiri tulisan blognya dengan mengisyaratkan bahwa kemampuannya menulis tidak lagi seproduktif dulu di usianya saat ini.
"Begitu banyak hal untuk ditulis, saya akan mencoba mengejar ketertinggalan dan para asisten saya akan membantu. Tapi tulisan saya kemungkinan akan singkat dan terburu-buru," ucapnya.
Selama ini, pembaca setianya tahu ketidakmampuan George RR Martin untuk merampungkan A Song of Ice and Fire jadi salah satu sumber kekecewaan terbesar. Padahal serial TV HBO Game of Thrones berhasil melambungkan namanya jadi waralaba paling sukses sepanjang dekade ini.

