Rating Golden Globes 2026 Anjlok, Cuplikan di TikTok Dianggap Lebih Menarik
Berdasarkan laporan terbaru dari Nielsen dan CBS (via Deadline pada 13 Januari) jumlah penonton tahun ini justru mengalami penurunan yang cukup terasa.
Padahal, tahun ini Golden Globes digadang-gadang bakal jadi titik balik kejayaan acara penghargaan. Tapi nyatanya, data berkata lain. Ratingnya merosot sekitar 7% dibandingkan gelaran tahun sebelumnya.
Baca juga: 5 Drama China Paling Hype di Awal 2026 |
Tahun lalu, Golden Globes masih bisa tersenyum dengan raihan sekitar 9,5 juta penonton. Tapi 2026 ini, angka tersebut turun ke kisaran 8,8 juta penonton. Penurunan 7% ini mungkin terdengar kecil bagi orang awam, tapi di dunia industri TV, ini adalah sinyal bahaya yang cukup serius.
Padahal, pihak CBS dan penyelenggara sudah habis-habisan melakukan promosi. Mereka menghadirkan host yang segar dan memastikan deretan nominasinya diisi oleh film-film box office yang dicintai masyarakat.
Tapi sepertinya, daya tarik menonton acara penghargaan di TV secara langsung memang lagi berada di titik terendahnya.
Padahal kalau kita lihat daftar tamunya, Golden Globes 2026 itu 'mahal' banget. Ada Julia Roberts yang sempat spill soal naskah Ocean's 14, ada geng Fantastic Four, sampai deretan aktor watak yang lagi naik daun. Jadi, masalahnya bukan di artisnya.
Para ahli industri menilai ada beberapa faktor utama penyebab rating ini loyo:
Generasi TikTok & Klip Pendek: Penonton zaman sekarang, terutama Gen Z dan Milenial, ogah duduk diam selama 3 jam cuma buat nungguin satu kategori. Mereka lebih milih lanjut tidur atau main game, lalu besok paginya tinggal lihat ringkasan "Siapa yang Menang" atau "Momen Lucu Artis" di TikTok atau Instagram.
Kelelahan Nonton Konten: Sekarang tiap minggu kayaknya ada aja acara award atau festival film. Rasa "spesial" dari Golden Globes sebagai pembuka musim penghargaan mulai pudar karena penonton merasa bisa mendapatkan konten serupa di mana saja.
Persaingan dengan Streaming: Meskipun CBS punya platform streaming, banyak orang yang lebih memilih nonton secara on-demand atau sekadar memantau lewat media sosial daripada harus berlangganan TV linier.
Meski rating TV-nya bikin pusing, pihak penyelenggara sebenarnya punya sedikit pembelaan. Mereka mencatat bahwa interaksi digital, seperti jumlah tweet, likes, dan shares, di media sosial justru sangat tinggi. Artinya, orang tetap peduli dengan acaranya, tapi mereka tidak mau menontonnya lewat televisi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Golden Globes tetap menjadi topik pembicaraan hangat di tongkrongan digital, hanya saja cara orang mengonsumsinya sudah berubah total.
Penonton lebih suka melihat potongan video saat aktor favorit mereka menangis saat pidato, daripada menonton prosesi pembacaan nominasi yang panjang lebar.
Penurunan 7% ini jadi tantangan besar buat ajang besar lainnya seperti Oscar atau Grammy yang bakal digelar sebentar lagi. Jika Golden Globes yang dianggap lebih "santai" dan "seru" saja bisa kehilangan penonton, apalagi acara lain yang durasinya lebih lama dan kaku?
Hal ini bikin para bos besar di Hollywood harus mulai putar otak. Apakah format acaranya harus diperpendek? Atau mungkin mereka harus berhenti fokus ke rating TV dan mulai fokus gimana cara memonetisasi konten lewat media sosial secara lebih maksimal?
Kalau menurut kamu, apa sih yang bikin acara kayak Golden Globes tetap layak ditonton secara live? Atau kamu setuju kalau acara penghargaan itu emang membosankan?
(ass/dar)










































