Baliho Film 'Aku Harus Mati' Tuai Kontroversi, Ini Sinopsisnya

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Poster film Aku Harus Mati
Foto: (Foto: Instagram/@akuharusmati)
Jakarta - Guys, kalau kamu punya pemikiran bunuh diri, jangan ragu untuk cari bantuan ke psikolog atau psikiater terdekat. Kamu bisa cek www.intothelightid.org/cari untuk mencari layanan kesehatan mental paling terjangkau dari lokasimu. Cek juga www.intothelightid.org/tolong buat pertolongan pertama!


Sepanjang akhir pekan ini, film 'Aku Harus Mati' jadi omongan netizen di jagat maya. Media sosial dihebohkan dengan baliho atau billboard promosi film 'Aku Harus Mati' yang ada di mana-mana.

Balihonya terpampang di sejumlah ruang publik, khususnya di berbagai perempatan jalan raya. Bahkan banyak mendapat cibiran, biaya promosinya terbilang besar namun sayangnya visual yang menampilkan dua mata tampak berdarah-darah dan terkesan provokatif mendapat sentimen negatif.

Sebagian besar juga mengkritik penempatannya yang gak seharusnya ada di ruang publik. Baliho film tersebut dinilai men-trigger masyarakat yang punya masalah kejiwaan.

Menanggapi fenomena ini, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengeluarkan pernyataan keprihatinan resmi. PDSKJI menilai bahwa kalimat-kalimat bernuansa keputusasaan di ruang terbuka dapat menjadi pemicu (trigger) yang berbahaya bagi individu dengan kerentanan mental.

PDSKJI menekankan bahwa ruang publik diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak, remaja, hingga mereka yang sedang berjuang melawan depresi. Paparan pesan kematian tanpa konteks yang tepat dikhawatirkan dapat meningkatkan kecemasan secara kolektif.

"Paparan berulang pesan tentang kematian dan keputusasaan tanpa konteks yang tepat dapat meningkatkan distres, kecemasan, dan berpotensi menjadi pemicu bagi mereka yang memiliki riwayat depresi atau ide bunuh diri," tulis Humas PP PDSKJI dalam rilis resminya dikutip BeritaKlik, Minggu (5/4/2026).

PDSKJI berharap agar perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas promosi, demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara emosional bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Ekspresi seni tetap penting, namun perlu berjalan seiring dengan empati dan kesadaran akan dampaknya," tutup PDKSJI.

Berikut sinopsis film Aku Harus Mati:

Film yang ditulis oleh Aroe Ama ini mengikuti kisah Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik.

Demi mengejar kemewahan, ia terjerumus dalam lingkaran utang pinjaman online dan paylater. Dalam keputusasaan, Mala kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan dan bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron).

Namun, ketenangan yang ia cari justru berubah menjadi petaka ketika mata batinnya terbuka secara misterius. Mala harus menghadapi kenyataan kelam tentang asal-usulnya, termasuk perjanjian iblis yang mengorbankan orang-orang terdekat demi kesuksesan.

Dengan perpaduan horor dan kritik sosial, Aku Harus Mati diharapkan menjadi tontonan yang tak hanya menegangkan, tetapi juga memberikan refleksi bagi penonton tentang makna hidup dan validasi di era modern.


(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO