Ari Irham Akui Sulit Jadi Vokalis dan Gitaris di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Dibintangi Ari Irham sebagai Dika, film ini memadukan unsur drama keluarga, coming of age, dan musik dengan latar kota Semarang yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Dalam acara peluncuran poster dan trailer film di Travoy Hub, kawasan TMII, Jakarta Timur, Rabu (19/6/2026), Ari Irham mengaku karakter Dika menjadi salah satu peran tersulit yang pernah ia jalani.
"Menurut aku karakter Dika ini lumayan cukup tricky. Karena ini salah satu karakter tersulit buat aku. Aku dituntut untuk menjadi vokalis dan juga gitaris oleh Mbak Ferly," kata Ari Irham.
Demi mendalami perannya, Ari harus menjalani workshop selama lebih dari dua bulan bersama para pemain lainnya. Menurutnya, ia butuh latihan yang keras demi mendalami peran sebagai anak band.
"Kita workshop dan dibilang sama Agoy, sama Emil, sama Kiki, kita sekitar dua bulanan lebih. Kita nge-band, workshop main gitar sambil nyanyi. Itu lumayan cukup sulit karena aku memang nggak terbiasa buat menyanyi dan juga nggak terbiasa untuk main gitar," ujarnya.
Meski penuh tantangan, Ari mengaku menikmati seluruh proses yang dijalaninya. Gak cuma soal latihan musik, Ari juga menghadapi berbagai kendala selama proses syuting berlangsung.
"Dan selama kita syuting tentu banyak banget kesulitan-kesulitan yang kita dapat dari cuaca, dari teknis, dan segala macam. Tapi untungnya saya senang banget bisa ada di sini karena energi teman-teman semua yang ada di sini bisa membangkitkan semangat saat kita sedang syuting," tuturnya.
Saat diminta menunjukkan kemampuan bernyanyinya di atas panggung, Ari memilih menyimpan kejutan tersebut untuk penonton. "Saya gak berani, surprise-nya di film aja nanti. Kalau penasaran sama suaraku, nonton filmnya tanggal 16 nanti," katanya sambil tertawa.
Sementara itu, sutradara sekaligus produser Ferly Halim mengatakan film ini lahir dari realitas yang kerap terjadi dalam hubungan ibu dan anak. Ada banyak konflik muncul bukan karena kurangnya rasa cinta tapi karena komunikasi yang tidak berjalan dengan baik. Melalui film ini, Ferly ingin mengajak masyarakat khususnya anak-anak, untuk lebih terbuka dalam mengekspresikan kasih sayang kepada ibu.
"Sebagai anak, kita sering kali menganggap kasih sayang kepada ibu sebagai sesuatu yang sudah dipahami tanpa perlu diungkapkan. Padahal, ibu juga perlu merasakan dan mendengar bentuk kasih sayang itu secara langsung. Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan," ujar Ferly Halim.
Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis berkisah tentang Dika, seorang remaja yang merasa tak pernah cukup di mata ibunya, Dini, seorang ibu tunggal yang dibayangi trauma masa lalu. Di tengah konflik yang terus berkembang, Dika menemukan tempat untuk menjadi dirinya sendiri melalui musik bersama teman-temannya. Sebuah lagu kemudian menjadi jembatan yang mempertemukan kembali hati ibu dan anak.
Tak hanya mengandalkan cerita emosional, film ini juga menghadirkan nuansa musik yang kuat melalui lagu-lagu legendaris Sheila On 7 seperti Dan, Kita, dan Hujan Turun. Selain itu, terdapat dua original soundtrack berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Sahabat yang dibawakan Keisha Alvaro bersama Sand Band.
Film ini dibintangi Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, Sandy Andarusman, dan Didi Riyadi. Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.
(tia/tia)










































