POV Anak Down Syndrome Melihat Cinta dalam Beratnya Kehidupan di Tanah Runtuh
Melalui karakter Ringgo yang diperankan Ridho Khaliq, seorang anak down syndrome, Tanah Runtuh gak cuma menghadirkan representasi yang jarang terlihat di layar lebar Indonesia, tetapi juga mengajak penonton untuk kembali pada hal-hal yang paling mendasar dalam hidup manusia, keluarga, kasih sayang, dan kepedulian.
Film ini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diproduseri oleh Denny Siregar. Tanah Runtuh mengikuti perjalanan Kai dan Ringgo yang terpisah dari ibu mereka di tengah peristiwa besar yang mengubah kehidupan mereka.
Namun, lebih dari sekadar kisah pencarian, film ini menjadi refleksi tentang bagaimana manusia tetap dapat memilih cinta ketika dunia di sekeliling mereka terasa runtuh.
Bagi Rudi Soedjarwo yang paling menarik dari film ini justru bukan peristiwa besarnya, melainkan bagaimana manusia-manusia di dalamnya berusaha bertahan dan saling menjaga.
"Ketika dunia terasa runtuh, yang sering menyelamatkan kita justru bukan hal-hal besar, tetapi orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal dan peduli. Saya tertarik pada manusia-manusia di dalamnya, dan melalui Ringgo, saya merasa film ini memiliki hati yang sangat kuat," ujar Rudi Soedjarwo kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Produser Denny Siregar mengatakan sejak awal Tanah Runtuh memang tidak dibuat untuk berbicara tentang konfli. Akan tetapi, film ini bicara tentang cinta yang tetap bertahan di tengah keadaan yang paling sulit sekalipun.
"Hari ini kita hidup di masa ketika semua orang seperti sedang marah, takut, dan lelah. Kita terlalu sering melihat dunia dengan prasangka dan kebisingan. Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana: bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," ujar Denny Siregar.
Menurutnya, karakter Ringgo tidak pernah dimaksudkan sebagai simbol atau objek belas kasihan. Justru sebaliknya, sosok yang diperankan Ridho Khaliq menjadi pusat perjalanan emosional film sekaligus jembatan bagi penonton untuk melihat dunia dengan cara yang lebih tenang.
"Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus. Ringgo mengingatkan kita bahwa cinta dan keluarga adalah hal-hal yang membuat manusia tetap bertahan ketika semuanya terasa runtuh," lanjutnya.
Vino G. Bastian yang memerankan Idham, seorang anggota yang tanpa sengaja dipertemukan dengan Kai dan Ringgo di tengah perjalanan mereka mencari sang ibu. Menurut Vino, hubungan yang terbangun dengan kedua anak tersebut menjadi inti dari film ini.
"Yang paling menyentuh buat saya bukan konflik atau kekacauan yang terjadi di sekeliling mereka. Justru bagaimana Ringgo melihat dunia dengan cara yang sangat tenang. Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini," kata Vino G. Bastian.
"Kita hidup di masa ketika semua orang sibuk, semua orang terburu-buru, dan semua orang seperti dituntut untuk terus kuat. Tapi melalui Ringgo, saya merasa diingatkan bahwa kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain," ujarnya.
Tanah Runtuh tidak menempatkan karakter dengan down syndrome sebagai simbol inspirasi. Sebaliknya, film ini memberikan ruang untuk Ringgo menjadi manusia yang utuh dengan segala rasa takut, kasih sayang, dan harapannya.
Melalui sosok Ringgo, film yang akan tayang pada 25 Juni 2026 ini mengajak penonton melewati segala keterbatasan dan melihat ketika tanah di bawah kaki terasa runtuh, manusia masih memiliki satu hal yang tidak dapat diruntuhkan, yakni kemampuan untuk mencintai.
Tanah Runtuh dibintangi oleh Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, hingga Tike Priatnakusumah. Sampai bertemu dengan Ringgo dan Kai ya!
(pus/ass)










































