LAIndieMovie 2026 Jaring Sineas Muda Berbakat Masuk Industri Film

Rayfahd Haykal
|
detikPop
LAIndieMovie 2026 Jaring Sineas Muda Berbakat Masuk Industri Film
Foto: LAIndieMovie
Jakarta - LAIndieMovie kembali hadir sebagai ruang bagi para sineas muda Indonesia untuk unjuk gigi. Memasuki hari kedua penyelenggaraan, ajang ini menghadirkan sepuluh finalis terpilih yang berkesempatan mempresentasikan ide cerita film pendek mereka secara langsung di hadapan dewan juri pada sesi Story Pitch. Selain itu, pencarian tim produksi dan talenta berbakat juga tengah berlangsung melalui sesi Talent Hunt untuk terlibat langsung dalam proyek film ini.

Muhammad Zaidy, salah satu juri Story Pitch, menyebut LAIndieMovie sebagai angin segar yang patut disyukuri. Menurutnya, platform seperti ini sangat efektif dalam melahirkan filmmaker baru dan menjaring talenta potensial bagi industri perfilman Tanah Air.

"Saya rasa ini platform yang sangat penting dan harus terus berlangsung selama-lamanya karena ini selain berkompetisi, yang lahir dan tumbuh berkembang di dalam ajang seperti ini itu juga bukan harus pemenang. Di sini people grow," kata Zaidy di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Minggu (14/6/2026)

Senada dengan Zaidy, juri Khozy Rizal juga memberikan apresiasi tinggi terhadap karya-karya yang masuk tahun ini.

"It's very refreshing (sangat menyegarkan) dan saya melihat banyak potensi dari cerita-cerita mereka," ujarnya.

Khozy, yang mengawali perjalanan sinematiknya hanya dengan bermodalkan iPhone 6, berpesan agar para sineas muda tidak berkecil hati dengan keterbatasan alat. Bagi Khozy, teknologi hanyalah media pendukung, sementara kekuatan utama sebuah karya lahir dari gairah dan pesan sang kreator.

"In this day and age, you can always making films with any kinds of medium. Stay curious dan filmmaking itu hanya tool-nya doang, tapi yang paling penting adalah apa yang sangat kita passionate about and what we want to tell out of the film," ujar Khozy.

LAIndieMovie 2026 Jaring Sineas Muda Berbakat Masuk Industri FilmFKhozy Rizal dan Muhammad Zaidy juri Story Pitch. Foto: LAIndieMovie

Sementara itu, juri Vida Sylvia selaku juri Talent Hunt untuk kategori Production Designer menilai LAIndieMovie bertindak sebagai jembatan penting yang memangkas jarak antara talenta muda dan para profesional. Bagi Vida, tantangan terbesar generasi baru saat ini bukanlah keterbatasan akses untuk masuk ke ekosistem film, melainkan kesiapan mental mereka sendiri.

"Yang ada hanya kesempatan bukan hambatan, karena pasti dikasih. Karena, walaupun banyak saingan pasti tetap ada kesempatan. Itu sebuah keberuntungan menurut aku, bukan hambatan," kata Vida.

Ia juga menekankan kunci utama untuk bertahan di industri ini. "Pertama persisten dan konsisten sudah pasti gak ada hambatan," sambungnya.

Foto: Vida Sylvia salah satu juri Story Pitch.Vida Sylvia salah satu juri Story Pitch. Foto: LAIndieMovie

Semangat dan optimisme para juri tersebut tercermin jelas pada pasangan duo Joni Astin dan Ariya Acbhar. Bermodalkan nekat, mereka membawa ide film berjudul Raga dan Kepala Sari yang didaftarkan hanya empat jam sebelum tenggat waktu penutupan.

"Kita hanya untuk menguji seberapa layak ide ini ada di sini, karena setahu kami ide yang bagus akan menemukan tempatnya," ujar Ariya.

Bagi mereka, menembus jajaran sepuluh besar sudah menjadi pencapaian luar biasa. Joni merasa bersyukur karena ide yang selama ini terpendam akhirnya mendapat apresiasi.

"Wah, ide ini udah dihargai dan dia jadi punya ruangnya. Daripada cuma berhenti di laptop," kata Joni.

Sementara bagi Arya, LAIndieMovie bukan sekadar kompetisi melainkan ruang untuk mendapat arah.

"Pada saat pitching, kami terbuka melihat kayak, oh ternyata yang dibutuhkan pada saat pitching itu seperti ini. Yang kita butuhkan selama ini cuma arah," imbuhnya.

Diketahui, selain Story Pitch, LAIndieMovie juga membuka jalur Talent Hunt. Program ini ditujukan bagi mereka yang ingin terlibat langsung di balik layar sebagai editor, production designer, atau director of photography di film pendek pemenang. Menariknya, para pemenang Talent Hunt akan langsung diajak bergabung dalam produksi film pendek pemenang Story Pitch.

Hemat Pargaulan Simamora yang mendaftar sebagai production designer mengaku prorgram ini membuka akses yang selama ini terasa terbatas. Menurutnya, hambatan terbesar yang ia hadapi sebelumnya adalah menemukan tim yang sama-sama berkomitmen.

"Rintangannya menemukan tim yang sama-sama mau belajar dan mau berkolaborasi mengeluarkan biaya, waktu, tenaga untuk bikin film pendek," kata Hemat.

"LAIndieMovie ini cukup membantu banget, kita bisa berkoneksi dengan teman-teman kreator film lainnya, belajar dan ketemu dengan mentor yang udah senior berpengalaman dan profesional," imbuhnya.

Kompetisi ini menawarkan total hadiah senilai Rp100 juta per pemenang, dukungan aktor dan aktris terkemuka Indonesia, serta sesi mentorship dari creative producers yang merupakan filmmaker ternama Indonesia. Para juri yang hadir dalam sesi Story Pitch hari ini antara lain Wregas Bhanuteja, Muhammad Zaidy, Khozy Rizal, Aline Jusria, Vida Sylvia, dan Batara Goempar. Setelah Jakarta, rangkaian keseruan LA Indie Movie akan berlanjut di Yogyakarta pada 20-21 Juni 2026 yang bertempat di Gedung Pertemuan Taman Perwacy yang tidak kalah serunya dibandingkan dengan Jakarta, karena akan diisi oleh Joko Anwar, Tia Hasibuan, Asmara Abigail, Garin Nugroho, Ifa Isfansyah, Ical Tanjung, Upie Guava, Dita Gambiro, Andy Pulung, Loe Lohe Hendra serta Odair Faleco.

Nantinya terpilih story pitch dan talent hunt, peserta akan bekerjasama secara intensif dengan Creative Producers diantaranya, Garin Nugroho, Asmara Abigail, Khozy Rizal, dan Fajar Nugros. Serta, sesi mentoring bersama Ifa Isfansyah & Andhy Pulung.

Yuk ikutan daftar di link website :

Tickets - LA Indie Movie 2026


(ega/ega)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO