The Furious: Gebuk-Gebukan Yang Fantastis

Candra Aditya
|
detikPop

EDITORIAL RATING

5/5

AUDIENCE RATING

-
The Furious (2025).

Sinopsis:

Wang Wei (Xie Miao) adalah seorang laki-laki misterius tapi pada saat yang bersamaan ia adalah seorang bapak teladan. Teladan karena ia peduli dan cinta dengan putri satu-satunya, Rainy (Yang Enyou).

Misterius karena film ini sama sekali tidak tertarik untuk menjelaskan latar belakangnya. Empat penulis skripnya-Mak Tin-shu, Lei Zhilong, Shum Kwan-sin, Frank Hui-enggan menceritakan siapa Wang Wei.

The Furious (2025).The Furious (2025). Foto: Dok. Ist

Kenapa dia jago berkelahi. Kenapa dia tidak mau pergi ke Tiongkok bersama anaknya. Yang penonton perlu tahu hanya besarnya rasa cinta Wang Wei kepada anaknya, fakta bahwa dia bisu dan jago berkelahi.

Semuanya dimulai ketika Rainy diculik oleh para human trafficker. Wang Wei tentu saja melakukan segala cara untuk menyelamatkan lagi putrinya, termasuk menghancurkan sebuah klab malam yang memiliki arena tinju di dalamnya.

Di tempat tersebut, Wei bertemu dengan Navin (Joe Taslim) yang sedang menyelidiki hilangnya Matia (Jeeja Yanin). Keduanya langsung berkolaborasi dan siap menghajar semua orang yang menghalangi jalan mereka.

Review:

Ada film yang dibuat agar penonton merasuk ke dalam ceritanya. Narasinya dibuat dengan begitu spesifik agar penonton bisa benar-benar masuk ke dalam dunia tersebut. Ada juga film seperti The Furious yang kurang begitu peduli dengan aspek tersebut. Jangan salah sangka, dibandingkan dengan film sejenis film ini masih memiliki kharisma yang lebih.

Ceritanya koheren dan karakterisasi tokoh-tokohnya jelas. Secara plot, The Furious sangat generik tapi film ini tidak ada plot hole. Semuanya masuk akal kalau kamu mau menerima kenyataan bahwa dunia yang ada di film ini berbeda dengan dunia kita.

The Furious (2025).The Furious (2025). Foto: Dok. Ist

Dalam The Furious, karakternya bisa dipukul dengan tongkat besi dan mereka masih bisa lanjut bertarung. Tapi memang disitulah keindahan The Furious. Ini adalah film yang didesain agar penonton berteriak di kursinya.

Sensasi menonton The Furious sama seperti naik roller coaster. Kamu akan berteriak dan tertawa saat tokoh-tokohnya berantem-yang hadir secara konsisten dari awal sampai film berakhir. Siapa yang peduli dengan ceritanya yang gampang ditebak atau bagaimana dialog-dialognya terdengar cringe? Siapa yang peduli kalau banyak sekali dialog bahasa inggrisnya terasa sekali di-dubbing?

Kamu datang ke bioskop menyaksikan The Furious untuk menyaksikan orang-orang berantem dengan hebat. Dan kamu akan mendapatkan itu. Dalam The Furious, adegan berantemnya bukan sekedar berantem.

Sutradara Kenji Tanigaki merangkai adegan berantem dalam film ini seperti sebuah karya seni. Kalau kamu menghilangkan musik jedak-jeduk yang didesain untuk membuat penontonnya ikut merasa tegang, adegan yang ada di layar seperti sebuah tarian yang agresif tapi luar biasa indah.

Fight choreographer Kensuke Sonomura tidak hanya berhasil mempersembahkan berbagai adegan berantem yang keren tapi juga terus naik eskalasinya. Dari berantem dengan mobil yang berjalan, berantem di pasar, berantem di dalam ruko tua dengan motor yang berjalan sampai akhirnya final battle yang berdarah-darah. The Furious memiliki semuanya.

The Furious (2025).The Furious (2025). Foto: Dok. Ist

Yang membedakan The Furious dengan banyak film action lainnya adalah bagaimana sutradara Tanigaki mengolah gambar yang ia dapat. Koreografi yang sudah bagus itu direkam dengan baik oleh kamera Meteor Cheung yang lincah. Ditambah dengan editing yang baik, maka The Furious berhasil menjadi salah satu film aksi terbaik sejak The Raid.

Bahkan kehadiran CGI yang kadang terlihat terlalu karikatur-kalau mau menghindari kata "jelek"-membuat The Furious menjadi unik. Dan yang membedakan The Furious dengan film-film action lain adalah bagaimana para aktornya begitu meyakinkan memainkan peran-peran mereka. Ada film action dimana kamu bisa melihat bahwa mereka dimainkan oleh para stuntman.

Di film ini, kamu akan percaya bahwa dari Xie Miao, Joe Taslim, Yang Enyou, Brian Le, Yayan Ruhian sampai Joey Iwanaga yang menjadi sociopath menyeramkan di akhir film adalah orang yang beneran berantem di layar.

Komitmen mereka untuk menerjemahkan berbagai adegan-adegan berantem tersebut membuat The Furious menjadi terasa realistis meskipun filmnya sangat over-the-top. Saya yakin, setelah kamu menyaksikan adegan berantem terakhirnya yang sensasional-5 orang dalam ruangan tertutup dan berbagai senjata tajam-kamu akan menginginkan lanjutan kisah ini.

Mungkin keputusan penulisnya untuk membuat Wang Wei misterius adalah keputusan terbaik. Karena begitu film ini selesai, saya ingin tahu lebih banyak tentangnya.

Genreaction
Runtime113 minute
Release Date12 June
Production Co.

Edko Films

Zhejiang Hengdian Film

XYZ Films

DirectorKenji Tanigaki
WriterMak Tin-shu
Lei Zhilong
Shum Kwan-sin
Frank Hui
CastXie Miao as Wang Wei
Joe Taslim as Navin
Yang Enyou as Rainy
Brian Le as Ho
Joey Iwanaga as Paklung


TAGS


MOVIE LAINNYA

SHOW MORE