Warner Bros. Mau Garap The Powerpuff Girls Versi Layar Lebar

Asep Syaifullah
|
detikPop
Powerpuff — Image Number: PPF_FirstLook.jpg -- Pictured (L-R): Dove Cameron as Bubbles, Chloe Bennet as Blossom and Yana Perrault as Buttercup -- Photo: James Acomb/The CW -- © 2021 The CW Network, LLC. All Rights Reserved.
Foto: James Acomb/The CW/James Acomb
Jakarta - Tiga pahlawan cilik ikonik penjaga kota Townsville bersiap untuk kembali beraksi. Sebuah film animasi terbaru The Powerpuff Girls saat ini tengah masuk dalam tahap pengembangan di bawah payung Warner Bros. Pictures Animation.

Pengumuman tersebut dibagikan langsung oleh pihak studio pada hari Senin (22/6) dalam rangkaian acara Annecy International Animation Film Festival yang tengah berlangsung di Prancis.

Meski kabar ini disambut antusias oleh para pencinta sinema, perwakilan internal studio menegaskan bahwa proyek ini masih berada dalam fase yang sangat awal.

Hingga saat ini, belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani secara hukum, dan proyek tersebut juga belum mendapatkan lampu hijau final untuk diproduksi.

Akibatnya, detail mengenai alur cerita, jajaran pengisi suara, hingga perkiraan tanggal perilisan masih disimpan rapat-rapat.

Diangkat dari serial klasik Cartoon Network yang legendaris, The Powerpuff Girls berpusat pada kisah tiga anak perempuan usia taman kanak-kanak yang memiliki kekuatan super.

Mereka diciptakan oleh seorang ilmuwan bernama Profesor Utonium melalui eksperimen menggunakan campuran "gula, bumbu, dan segala hal yang indah."

Namun, ramuan tersebut berubah drastis ketika sang profesor secara tidak sengaja menumpahkan bahan kimia misterius bernama Chemical X.

Lahirlah trio Blossom, Bubbles, dan Buttercup, yang kemudian mendedikasikan hidup mereka untuk melawan monster serta penjahat demi melindungi kedamaian kota fiktif Townsville.

Serial orisinalnya yang diciptakan oleh Craig McCracken pertama kali mengudara pada 1998 dan sukses bertahan selama enam musim hingga berakhir pada 2005.

Waralaba ini sebelumnya pernah diadaptasi ke layar lebar oleh Warner Bros. lewat The Powerpuff Girls Movie pada 2002. Sayangnya, film tersebut gagal di pasaran dengan hanya meraup pendapatan sebesar 16 juta dolar AS secara global, dari anggaran produksi yang mencapai 11 juta dolar AS.

Upaya untuk menghidupkan kembali waralaba ini sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun 2016, Cartoon Network sempat merilis versi reboot animasi yang berjalan selama tiga musim sebelum akhirnya selesai pada 2019.

Di samping itu, proyek adaptasi live-action versi dewasa sempat dikembangkan oleh saluran TV The CW pada tahun 2020 dengan menggandeng bintang seperti Dove Cameron, Chloe Bennet, dan Yana Perrault.

Namun, setelah sempat merampungkan proses syuting untuk episode pilot, proyek tersebut akhirnya resmi dibatalkan dan tidak pernah ditayangkan.

Langkah Warner Bros. Pictures Animation untuk kembali menggali potensi The Powerpuff Girls merupakan bagian dari strategi besar studio dalam memperkuat lini film animasi teatrikal mereka di bioskop.

Proyek terdekat yang siap menyapa penonton adalah film animasi The Cat in the Hat yang dijadwalkan rilis pada November mendatang, dengan menghadirkan aktor Bill Hader sebagai pengisi suara karakter utamanya.

Selain itu, untuk kalender rilis tahun-tahun mendatang, Warner Bros. juga telah menyiapkan lini animasi ambisius lainnya. Di antaranya adalah film Bad Fairies yang akan diisi suaranya oleh Cynthia Erivo, film komedi Natal Margie Claus yang dipimpin oleh Melissa McCarthy, serta adaptasi buku anak-anak populer karya Dr. Seuss berjudul Oh, the Places You'll Go! yang akan dimeriahkan oleh suara Ariana Grande dan Josh Gad.


(ass/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO