Supergirl Gacor di Amerika Utara-China, Letoy di Eropa
Tapi sayangnya ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Pihak Warner Bros. dan DC juga mengakui Supergirl gak ngangkat banget di box office. Meski pendapatannya di pasar Amerika Serikat dan Kanada udah tembus USD 52,4 juta itu tetap dirasa kurang.
Saat ini Amerika Utara menjadi penyumbang pemasukan terbesar buat Supergirl. Dilansir dari The Numbers oleh OpusData, sampai awal Juli 2026 ini film yang dibintangi Milly Alcock itu udah mengantongi USD 52.470.000.
Di pasar internasional, China jadi penyumbang pemasukan terbesar. Negara ini sudah ngasih pundi-pundi uang USD 11,66 juta ke Warner Bros. dan DC lewat penayangan Supergirl.
Baca juga: Supergirl Loyo, Milly Alcock Digaji Segini |
Angka ini diproyeksikan akan bertambah sampai Supergirl turun layar. Tapi gak semasif itu, diprediksi maksimal cuma sampai USD 15,2 juta dari pasar China.
Negara penyumbang pemasukan terbesar ketiga buat Supergirl adalah Inggris, diikuti oleh Meksiko. Supergirl mengantongi sekitar USD 4,1-4,24 juta pada pekan perdana penayangannya di Britania Raya. Sementara Meksiko mengumpulkan USD 3,4 juta.
Indonesia masuk sebagai salah satu negara yang ngasih duit banyak ke Warner Bros. dan DC Studios lewat Supergirl. Meski ulasan penonton Tanah Air juga beragam terhadap film ini, tapi pemasukan dari penonton film Indonesia ditaksir mencapai USD 3,6 juta.
Negara dengan penghasilan terburuk buat Supergirl adalah Kolombia. Gak cuma secara internasional, tapi juga regional Amerika Latin. Kolombia hanya mampu ngasih USD 750 ribu buat Supergirl.
Di Eropa, Jerman jadi negara yang menghasilkan pemasukan box office paling rendah dengan USD 2,12 juta di pekan pertama penayangan. Ini jadi patokan utama Supergirl dinilai gagal di negara tersebut karena 63% jeblok dari angka pemasukan Superman tahun lalu.
Overall, pendapatan Supergirl di seluruh dunia sampai akhir pekan ini sudah mencapai USD 89 juta. Tapi itu jauh dari biaya produksi yang dilaporkan mencapai USD 186 juta.
(aay/mau)
