Julio Iglesias Terseret Skandal Besar, 2 Mantan Staf Tuding Pelecehan Seksual

Dicky Ardian
|
detikPop
LONDON, ENGLAND - MAY 13:  Julio Iglesias performs live on stage at the Royal Albert Hall on May 13, 2014 in London, England.  (Photo by Samir Hussein/Getty Images)
Julio Iglesias (Foto: Getty Images/Samir Hussein)
Jakarta - Nama besar Julio Iglesias kini tengah jadi sorotan panas, guys. Penyanyi legendaris asal Spanyol itu sedang berada di pusaran skandal besar setelah dua mantan karyawannya melayangkan tuduhan penyerangan seksual dan perdagangan manusia.

Kasus ini mencuat ke publik usai investigasi gabungan selama tiga tahun yang dilakukan oleh jaringan televisi Univision Noticias dan media Spanyol elDiario.es. Laporan tersebut mengungkap dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada 2021, saat Iglesias berusia 77 tahun.

Mengutip NME, Kamis (15/1/2026), belasan mantan staf disebut memberikan kesaksian yang menggambarkan lingkungan kerja di sekitar Iglesias sebagai tempat yang penuh intimidasi dan pelecehan yang seolah dinormalisasi.

Dua perempuan yang menggunakan nama samaran Rebecca dan Laura pun buka suara dengan rincian yang mengejutkan. Rebecca mengklaim Iglesias kerap memanggilnya ke kamar pribadi di akhir jam kerja dan menyentuhnya secara tidak pantas tanpa persetujuan.

Ia juga menyebut perlakuan itu kadang dilakukan di hadapan karyawan lain, hingga membuatnya merasa diperlakukan seperti seorang budak.

Sementara itu, Laura mengaku pernah dicium paksa di bagian mulut dan diraba oleh Iglesias. Keduanya kompak menyebut selama bekerja, mereka berada dalam atmosfer kontrol yang menyesakkan dan pelecehan yang terus-menerus.

Investigasi elDiario.es juga menyebut kesaksian kedua perempuan ini konsisten selama lebih dari satu tahun wawancara dan diperkuat oleh berbagai bukti dokumenter, mulai dari log panggilan, pesan WhatsApp, catatan medis, hingga dokumen visa.

Tak hanya itu, terungkap pula proses rekrutmen staf Iglesias diduga menargetkan perempuan muda dengan kewajiban mengirimkan foto wajah dan seluruh tubuh. Para pelamar juga mengaku langsung mendapat pertanyaan tidak pantas soal preferensi seksual mereka begitu tiba di lokasi kerja.

Hingga saat ini, pihak Julio Iglesias maupun kuasa hukumnya belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi berkali-kali melalui berbagai saluran komunikasi.

Skandal ini pun memicu perpecahan opini di Spanyol. Presiden wilayah Madrid, Isabel Diaz Ayuso, secara terbuka membela Iglesias lewat media sosial dengan menyatakan Madrid tidak akan ikut mendiskreditkan artis yang ia sebut sebagai penyanyi paling universal.

Namun, nada berbeda datang dari Menteri Tenaga Kerja Spanyol, Yolanda Diaz, yang menyebut tuduhan tersebut sangat mengerikan. Ia menilai laporan itu menggambarkan situasi penyerangan seksual serta kondisi kerja yang menyerupai perbudakan modern.

Di sisi lain, seorang rekan kerja yang disebut berada di lokasi kejadian justru membantah tuduhan Rebecca. Ia menyatakan hanya memiliki rasa syukur dan kekaguman terhadap Iglesias, yang menurutnya adalah sosok pria yang sangat menghormati perempuan.


(dar/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO