Terungkap Kasus Penipuan Royalti Pakai AI dan Bot di US, Raup Keuntungan Rp 157 Miliar
Yup, kasus ini berkaitan dengan royalti musik dimana Michael menggunakan AI untuk mendapatkan itu semua. Alhasil, ia berhasil mendapat untung Rp 157 miliar cuy.
Mengutip dari investigasi Rolling Stones, Rabu (25/3/2026), Michael Smith memutar ratusan ribu lagu yang dibuat AI hingga miliaran kali di Spotify, Amazon Music, Apple Music, dan YouTube Music.
Michael Smith, 54 tahun, dari Cornelius, N.C., membuat pengakuan bersalahnya di hadapan Hakim Distrik AS John G. Koeltl di Pengadilan Distrik Selatan New York.
Ia menghadapi hukuman hingga lima tahun penjara dan setuju uang-uangnya itu disita. Pembacaan vonis dijadwalkan pada 29 Juli.
Skema ini berlangsung sejak 2017 sampai 2024. Michael Smith memulai dengan katalog miliknya sendiri tetapi kemudian bekerja sama dengan CEO sebuah perusahaan musik AI yang tidak disebutkan namanya. Ada juga seorang promotor musik yang membantu untuk menghasilkan ratusan ribu lagu produksi AI, lalu ia unggah ke platform streaming menggunakan banyak akun.
Pada puncak operasinya, 1.040 akun bot milik Smith melakukan streaming sekitar 636 lagu per akun per hari dan menghasilkan sekitar 661.440 streaming per hari dan sekitar $1,2 juta per tahun.
Untuk menghindari deteksi platform, Smith mengarahkan aliran streaming melalui virtual private network dan menyebarkannya ke katalog besar lagu alih-alih memusatkan aktivitas pada sejumlah kecil lagu.
Ia juga membuat pernyataan palsu kepada layanan streaming, organisasi hak, dan distributor musik, menurut dokumen pengadilan.
(pig/ass)










































