Ditantang Baskara Putra, Bernadya Bikin Lautan yang Tenang

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
bernadya
Foto: dok Instagram bernadyaribka
Jakarta - Musisi Bernadya menggandeng sejumlah nama di industri musik independen dalam proses kreatif album terbarunya, Semoga Hanya di Mimpi. Salah satu kolaborasi yang menarik perhatian adalah keterlibatan Baskara Putra dan Enrico Octaviano dalam penulisan lagu Lautan yang Tenang.

Dalam pengharapan album itu Bernadya sempat mengalami kebuntuan ide karena merasa hidupnya sedang berada dalam fase yang tenang. Kondisi itu membuatnya kesulitan menemukan tema patah hati atau kesedihan yang biasa menjadi inspirasi dalam menulis lirik.

Baskara Putra kemudian menceritakan bagaimana ide lagu itu bermula saat mereka menggelar workshop di studio milik Enrico Octaviano.

"Gua ngerjainnya bareng Enrico. Waktu itu pas ke studionya Enrico, dia bilang, 'Gua enggak tahu nih gua mau nulis apa buat lagunya.' Terus gua bilang, 'Ya udah, kenapa enggak itu aja yang ditulis? Bawa aja jadi topik kan, kalau misalnya lo enggak tahu mau nulis apa karena hidup lu lagi sangat tenang,'" ujar Baskara Putra di perilisan album Semoga Hanya di Mimpi, Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Dari percakapan tersebut, Baskara mengajak Bernadya melihat ketenangan dari sudut pandang yang berbeda. Mereka kemudian menggunakan metafora lautan untuk menggambarkan kehidupan yang tampak damai, tetapi tetap menyimpan ketidakpastian.

Bernadya mengingat proses lahirnya salah satu lirik yang kemudian menjadi inti lagu tersebut.

"'Namun patut dicurigai...' Nah terus habis itu, tapi apa ya yang patut dicurigai? Terus Bas bilang, 'Namun laut yang tenang patut dicurigai.' Akhirnya kita dapet 'laut yang tenang' dari situ. Pinter banget ya Baskara ya," kata Bernadya.

Tak disangka, lagu yang berawal dari kebingungan itu justru menjadi fondasi bagi keseluruhan cerita dalam album Semoga Hanya di Mimpi. Bernadya mengatakan tema ketakutan yang muncul di lagu tersebut kemudian berkembang menjadi benang merah untuk lagu-lagu berikutnya.

"Oh karena ini yang akhirnya ngarahin aku nulis sisa track-nya itu semua. Berangkatnya dari lagu ini, kayak, 'Oh ya udah aku tulis lagu-lagu tentang apa yang aku takutin aja.' Akhirnya dipilihlah jadi focus track dan jadi single pertama di albumnya," ujar Bernadya.

Sementara itu, Enrico Octaviano mengungkap proses kreatif album tersebut juga diwarnai momen emosional. Pada salah satu sesi workshop, jadwal rekaman bahkan harus diundur karena Bernadya datang membawa cerita personal yang cukup berat.

"Serius lah, pokoknya lumayan dalem, serius. Jadi kita rekamannya mundur. Workshop-nya udah dari jam 10 jadi jam 2 siang karena dia belum bisa tidur," kata Enrico.


(fbr/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO