Request Bernadya ke Perunggu: Bikin Lagu Sekatro Mungkin

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
bernadya
Foto: dok Instagram bernadyaribka
Jakarta - Penyanyi Bernadya menghadirkan warna baru dalam album terbarunya, Semoga Hanya di Mimpi, dengan menggandeng band rock alternatif Perunggu sebagai salah satu kolaborator.

Keputusan itu diambil karena ia sudah lama ingin bekerja sama dengan band yang dinilainya selalu mendukung perjalanan musiknya.

"Aku selalu ingin berkolaborasi sama kakak-kakak, om-om Perunggu ini. Karena mereka ini sangat baik, mereka tuh suportif banget dari awal aku rilis EP," kata Bernadya saat peluncuran album Semoga Hanya di Mimpi di Cilandak Town Square, Jumat (26/6/2026).

Bernadya mengungkapkan, saat workshop pertama digelar, konsep besar album sebenarnya belum terbentuk. Namun, ia sudah memiliki satu arahan yang jelas, yakni menghadirkan nuansa musik era 2000-an.

"Oh by the way, waktu itu tuh belum ketemu sama Bas (Baskara Putra) kan. Jadi kita belum tahu albumnya tentang apa. Jadi tema keseluruhannya belum ada. Tapi kan kita jadinya udah tahu arahnya mau 2000-an, 2000-an ala-ala itu kan," ujarnya.

Di sisi lain, proses kreatif bersama Perunggu justru membuat Bernadya terkejut. Personel Perunggu, Maul, mengatakan bandnya terbiasa bekerja dengan ritme cepat sehingga sesi penulisan lagu berlangsung secara maraton.

"Yang gua pribadi ingat betul adalah Nadia terlihat sangat... kayak kaget. Karena prosesnya Perunggu kalau nulis lagu itu cepet-cepet-cepet. Efisiensi ya. Soalnya waktunya kan enggak banyak," ujar Maul.

Menurut Maul, proyek ini juga menjadi pengalaman pertama Perunggu menulis lagu untuk penyanyi lain.

Tak hanya mengusung nuansa awal 2000-an, Bernadya juga memberikan arahan yang tak biasa kepada Perunggu dan produser Denis Ferdinan. Ia meminta lagu yang mereka garap terdengar "katrok" layaknya musik pada masa tersebut.

"Satu guideline-nya dari Nadia waktu itu, 'Bikin sekatro dan senorak-noraknya!'" ungkap Maul.

Arahan itu kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah elemen musik yang identik dengan era 2000-an, salah satunya bunyi ringtone telepon polifonik.

Sentuhan tersebut menjadi salah satu detail yang memperkuat nuansa nostalgia dalam album Semoga Hanya di Mimpi, sekaligus memperlihatkan eksplorasi musik Bernadya bersama Perunggu.

"Akhirnya kita masukin telepon," timpal Bernadya.


(fbr/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO