Aruma Ingin Bangun Universe Musik, Setiap Lagu Jadi Satu Bab Cerita
Menurut Aruma, satu lagu saja terasa belum cukup untuk menyampaikan seluruh cerita yang ingin ia bagikan kepada para pendengar.
"Aku selalu merasa satu lagu rasanya nggak pernah cukup untuk menceritakan semua yang ingin aku sampaikan. Setiap lagu biasanya menangkap satu emosi di satu titik waktu, padahal hidup kan jauh lebih kompleks dari itu. Jadi aku tertarik membangun karya yang saling terhubung, supaya pendengar bisa ikut melihat perjalanan emosinya secara utuh, bukan cuma satu potongan cerita."
Ia kemudian mengibaratkan setiap lagu sebagai satu bab dalam sebuah buku yang akan terasa lebih utuh ketika dinikmati secara keseluruhan.
"Aku juga suka berpikir kalau setiap lagu itu seperti satu bab dalam sebuah buku. Kalau dibaca satu per satu mungkin tetap bermakna, tapi ketika semuanya disatukan, ceritanya jadi jauh lebih lengkap."
Tak hanya dari sisi musik, Aruma juga memberi perhatian besar pada aspek visual. Baginya, visual bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam menyampaikan emosi yang tak selalu bisa dijelaskan lewat lirik.
"Buat aku, visual bukan pelengkap lagu, tapi bagian dari cara bercerita. Ada perasaan-perasaan yang mungkin sulit dijelaskan lewat lirik saja, tapi bisa langsung terasa lewat warna, pencahayaan, atau ruang yang kita lihat."
Guys, Aruma ingin setiap karya memiliki identitas visual yang kuat. Ia berharap suatu saat nanti orang bisa langsung mengenali karya-karyanya hanya dari sebuah frame, warna, atau simbol tertentu.
"Ke depannya aku ingin setiap karya punya dunianya sendiri. Jadi ketika orang melihat sebuah frame, warna tertentu, atau simbol tertentu, mereka langsung merasa, 'Ini dunia Aruma.' Aku ingin visualnya terasa sinematik, intim, dan penuh detail kecil yang bisa ditemukan setiap kali orang menontonnya lagi."
Demi mewujudkan konsep tersebut, Aruma bahkan berencana mempelajari dasar-dasar akting. Menurutnya, kemampuan tersebut akan membantunya menyampaikan emosi dengan lebih jujur saat tampil dalam karya visual.
"Karena menurutku menyanyi juga bentuk akting, dalam arti kita sedang menghidupkan sebuah emosi. Walaupun ceritanya berasal dari pengalaman pribadi, tetap ada proses menerjemahkan perasaan itu supaya bisa sampai ke orang lain," jelas Aruma.
"Aku ingin belajar akting bukan untuk menjadi orang lain, tapi supaya aku bisa lebih jujur saat menyampaikan cerita. Kadang ekspresi yang kecil atau tatapan mata saja bisa menyampaikan sesuatu yang nggak perlu dijelaskan dengan kata-kata," tambahnya lagi.
Melalui perpaduan musik, cerita, dan visual, Aruma berharap setiap karyanya mampu memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi para penikmat musik.
"Aku berharap mereka merasa seperti sedang masuk ke sebuah dunia, bukan sekadar mendengarkan lagu. Dunia yang membuat mereka merasa ditemani, dipahami, dan mungkin melihat diri mereka sendiri di dalamnya," ungkap Aruma.
Baginya, pencapaian terbesar bukan sekadar memiliki lagu yang didengar banyak orang, tetapi menghadirkan ruang yang membuat pendengarnya merasa tidak sendiri.
"Kalau setelah mendengarkan musikku ada satu orang yang pulang dengan perasaan, Ternyata aku nggak sendirian, atau bahkan, Ternyata aku cukup, buat aku itu sudah lebih dari cukup. Karena pada akhirnya, aku ingin karya-karyaku menjadi ruang yang aman untuk merasakan apa pun yang sedang dirasakan, tanpa harus buru-buru menjadi baik-baik saja," tutup pelantun lagu Muak tersebut.
(dar/dar)

