Lantai Rumah Suku Sasak Dilumuri Kotoran Kerbau, Ampuh Usir Nyamuk!

Lantai Rumah Suku Sasak Dilumuri Kotoran Kerbau, Ampuh Usir Nyamuk!

Wildan Alghofari - detikProperti
Rabu, 14 Jan 2026 15:46 WIB
Lantai Rumah Suku Sasak Dilumuri Kotoran Kerbau, Ampuh Usir Nyamuk!
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Di tengah perkembangan rumah modern, Suku Sasak di Desa Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, justru masih hidup di rumah tradisional yang unik. Mereka menyimpan teknik bangunan tradisional yang hingga kini masih dipertahankan.

Salah satu yang paling menarik adalah kebiasaan melumuri dan membersihkan lantai rumah menggunakan kotoran kerbau. Cara ini dianggap sebagai sebuah metode alami yang dipercaya membuat lantai semakin kuat sekaligus mampu menghindari datangnya nyamuk.

Melansir National Geographic, Rabu (14/1/2026), Desa Sade merupakan perkampungan adat yang telah dihuni selama kurang lebih 15 generasi dan diperkirakan berdiri sejak 1.100 tahun lalu. Sekitar 150 rumah adat masih berdiri dan dihuni oleh masyarakat Suku Sasak dengan tetap menjaga keaslian arsitektur dan tradisi leluhur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantai Dilumuri Kotoran Kerbau, Bukan Sekadar Tradisi

Keunikan utama rumah adat Sasak terletak pada lantainya yang terbuat dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau. Meski terdengar tidak lazim, bahan ini dipercaya memiliki kandungan antiseptik alami.

Dilansir dari Dinas Pariwisata NTB, kotoran kerbau digunakan untuk mengepel lantai rumah secara rutin, bahkan dilakukan hingga dua kali dalam seminggu. Tujuannya untuk mengendapkan debu, menghindari serangga seperti nyamuk, serta mencegah lantai mudah retak. Selain itu, lantai bisa terasa lebih hangat saat malam dan menjadi nyaman saat diinjak.

ADVERTISEMENT

Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari perawatan rumah adat Sasak. Perawatan sepenuhnya mengandalkan bahan alami dari lingkungan sekitar.

Arsitektur Rumah Ramah Lingkungan dan Tahan Gempa

Desa Sade Lombok Tengah merupakan sebuah desa yang dihuni oleh masyarakat asli Suku Sasak Lombok, NTB. Sekitar 150 kepala keluarga tinggal di Dusun Sade Sasak.Desa Sade Lombok Tengah merupakan sebuah desa yang dihuni oleh masyarakat asli Suku Sasak Lombok, NTB. Sekitar 150 kepala keluarga tinggal di Dusun Sade Sasak. Foto: Lamhot Aritonang

Rumah adat Desa Sade mengusung arsitektur vernakular yang dirancang selaras dengan kondisi alam dan budaya lokal Lombok. Struktur bangunannya memanfaatkan material yang tersedia di sekitar lingkungan, seperti bambu, kayu, tanah liat, sekam padi, dan alang-alang, tanpa melalui proses industri modern.

Berdasarkan Publikasi Dinas Pariwisata NTB, dari sisi konstruksi, rumah Sasak dikenal ringan namun kokoh. Dinding dibuat dari anyaman bambu yang lentur dan tahan guncangan, sekaligus memungkinkan sirkulasi udara berjalan optimal sehingga ruangan tetap sejuk.

Atap alang-alang dipasang rapat tanpa paku besi, dengan bentuk menyerupai gunung, membuat struktur bangunan mampu meredam panas di siang hari dan menjaga kehangatan pada malam hari. Kombinasi material ringan ini menjadikan rumah adat Desa Sade relatif tahan gempa.

Fondasi rumah dirancang sederhana tetapi stabil. Mampu menopang bangunan agar tetap nyaman dihuni meski menggunakan bahan alami. Keseluruhan struktur menunjukkan keseimbangan antara kekuatan, fungsi, dan keberlanjutan lingkungan. Arsitektur ini membuktikan bahwa rumah Desa Sade tidak hanya kaya nilai budaya, tetapi juga menerapkan prinsip hunian ramah lingkungan yang efisien dan adaptif terhadap alam.

Filosofi Detail Bangunan yang Kaya Makna

Rumah Desa Sade tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga kaya akan makna filosofis. Pintu rumah dibuat rendah sehingga setiap tamu harus menunduk saat masuk. Hal ini ditujukan sebagai simbol penghormatan kepada pemilik rumah.

Dilansir dari Dinas Pariwisata NTB, jumlah anak tangga menuju rumah umumnya berjumlah tiga, yang melambangkan Tuhan, ibu, dan ayah. Tiga unsur utama ini dinilai sebagai hal yang harus dihormati dalam kehidupan masyarakat Sasak.

Rumah di Desa Sade, mempunyai beberapa jenis. Setiap jenisnya berbeda, disesuaikan dengan mata pencaharian hingga peruntukan rumahnya.

Pertama, Bale Lumbung yang digunakan untuk menyimpan hasil panen dan sebagai tempat istirahat pemiliknya. Bale Lumbung juga dirancang dengan membuat jelepang alang berbentuk lingkaran yang ditempel pada pangkal tiang untuk melindungi hasil panen dari tikus. Kedua, Bale Balaq merupakan rumah untuk keluarga dengan status sosial yang tinggi, seperti kepala desa. Rumah ini mempunyai ruang tambahan untuk menerima tamu. Ketiga, Bale Tani yang merupakan rumah umum masyarakat sana. Rumah ini memiliki struktur panggung dengan lantai tanah liat yang diperhalus dengan campuran kotoran kerbau.

Di tengah maraknya pembangunan rumah modern, rumah di Desa Sade justru menjadi contoh nyata bagaimana hunian berbasis kearifan lokal mampu bertahan ratusan tahun. Teknik melumuri lantai dengan kotoran kerbau menunjukkan bahwa material alami, jika dikelola dengan tepat, dapat memberikan manfaat yang fungsional.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads