Kota Kuno Petra dan Kaitannya dengan Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur'an

Langkah Emas Raih Kemenangan

Kota Kuno Petra dan Kaitannya dengan Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur'an

Wildan Alghofari - detikProperti
Jumat, 20 Feb 2026 04:09 WIB
Taman Arkeologi Petra dinyatakan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, dan pada tahun 2007 dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang baru. Selama berabad-abad, keberadaan kota ini tetap terjaga yang membuktikan kebenaran ayat-ayat A
Kota Petra, Yordania (Foto: Amos Chapple/whc.unesco.org)
Jakarta -

Kota kuno Petra di Yordania dikenal sebagai salah satu keajaiban dunia. Kota ini dipahat langsung dari tebing batu pasir merah muda dan berdiri megah di tengah lanskap gurun berbatu dan pegunungan terjal. Menariknya, sejumlah kajian menyebut Petra sebagai kota yang dirujuk dalam Al-Qur'an dengan nama ar-Raqim.

Kota pahatan ini berada sekitar 233 kilometer dari Amman, Petra berada di wilayah barat daya Kerajaan Hashemite Yordania. Secara geografis, kota ini berada di cekungan yang dikelilingi pegunungan, dekat Jabal Al-Madbah dan lembah Arabah yang membentang dari Laut Mati hingga Teluk Aqaba.

Berdasarkan catatan detikHikmah, Petra diyakini merujuk pada ar-Raqim yang disebut dalam Surah Al-Kahfi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا

"Apakah engkau mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?" (Al-Kahfi ayat 9)

ADVERTISEMENT

Ayat tersebut mengisahkan Ashabul Kahfi, tujuh pemuda yang tertidur di dalam gua sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Petra juga kerap diyakini sejumlah ahli dan sejarawan sebagai salah satu situs kuno yang dikaitkan dengan peradaban kaum Tsamud, umat Nabi Saleh yang disebut dalam Al-Qur'an. Kemahiran penduduknya dalam memahat batu membuat Petra sering dihubungkan dengan lokasi Al-Hijr, kaum yang dibinasakan oleh Allah SWT dalam kisah Islam.

Kota yang Disebut dalam Al-Qur'an dan Sempat Hilang Berabad-abad

Melansir situs National Geographic, Kamis (19/2/2026), Petra didirikan oleh bangsa Nabatea sekitar abad ke-4 sebelum Masehi dan berkembang menjadi ibu kota kerajaan mereka. Bangsa Arab kuno ini menguasai jalur perdagangan penting yang menghubungkan Arab, Mesir, dan Suriah-Fenesia. Berkat posisinya di jalur rempah, kota ini menjadi pusat perdagangan yang makmur dan pernah dihuni sekitar 30 ribu orang.

Namun kejayaan itu tak berlangsung selamanya. Gempa besar pada tahun 363 Masehi merusak sebagian besar kota dan infrastrukturnya. Setelah gempa susulan beberapa abad kemudian, penduduk perlahan meninggalkan Petra hingga akhirnya kota ini hilang dari perhatian dunia selama berabad-abad. Petra baru ditemukan kembali pada tahun 1812 oleh penjelajah Swiss Johann Ludwig Burckhardt yang menyamar sebagai peziarah.

Arsitektur Pahatan Tebing dan Keagungan Bangunan Batu

Dilansir dari Business Insider, Petra menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru pada tahun 2007 setelah dipilih melalui pemungutan suara lebih dari 100 juta orang. Kota ini terkenal berkat fasad batu pasir merah mawar yang diukir langsung dari tebing, termasuk bangunan Al-Khazna yang ikonik.

Sekitar 15 persen wilayah Petra baru digali hingga kini, sementara sisanya masih terkubur di bawah puing. Kota ini setengah dipahat dan setengah dibangun dari batu pasir lokal dengan nuansa merah, putih, dan merah muda. Gaya arsitekturnya memadukan unsur Nabatea dengan pengaruh Yunani Romawi dan Helenistik. Gaya arsitekturnya terlihat dari kuil, jalan bertiang, makam megah, hingga biara.

Selain arsitektur pahatan tebing, kecanggihan sistem air menjadi keunggulan utama Petra. Bangsa Nabatea membangun bendungan, waduk, dan saluran air yang diukir di batu untuk mengumpulkan setiap tetes air hujan. Sistem ini memungkinkan kota berkembang di tengah gurun kering dan bahkan memiliki kebun serta air mancur.

Dari Kota Perdagangan ke Keajaiban Dunia

Petra pernah menjadi pusat perdagangan besar yang menghubungkan komoditas dari Arab selatan, Afrika, dan India menuju dunia Yunani dan Romawi. Kekayaan dari pajak perdagangan tercermin pada kemegahan makam, kuil, serta bangunan publiknya.

Petra telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1985. Pada tahun 2007, kota batu yang dijuluki Kota Mawar ini resmi masuk daftar Tujuh Keajaiban Dunia Baru. Keindahan arsitektur pahatan tebingnya, kecanggihan sistem airnya, serta jejak sejarah panjang yang terkait dengan kisah religius dan perdagangan kuno, menjadikan Petra sebagai salah satu warisan budaya paling berharga.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads