Jenis atap di Indonesia sangat beragam. Bentuknya tidak hanya yang miring ke bawah, ada juga yang datar sehingga dari depan rumah tampak seperti bentuk kubus. Bentuk atap yang digunakan adalah dak beton.
Bentuk atap ini tidak masif digunakan di Indonesia karena sebagai negara yang memiliki musim hujan cukup sering, air perlu langsung dialihkan ke bawah atau ke tanah. Dengan begitu atap tidak bocor. Sementara itu, atap dak beton yang bentuknya datar sangat mungkin air menggenang di titik yang permukaannya agak cekung.
Jangan khawatir, masalah ini tetap bisa diatasi karena sekarang sudah ada model drainase yang fleksibel sehingga air yang datang dapat langsung dialihkan ke bawah, tanpa takut terjadi genangan di atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, keunggulan atap dak beton banyak lho detikers dan cocok dipakai di Indonesia, dilansir dari situs GJ Gardner dan Able Roof.
Kelebihan Atap Dak Beton daripada Genteng
Berikut beberapa kelebihan rumah dengan atap datar dari dak beton.
1. Perawatan Mudah
Bentuknya yang datar dan kokoh membuat pengecekannya lebih mudah. Ketika naik ke atas, kita dapat memijak permukaannya dengan aman. Kebanyakan yang memakai atap dak beton biasanya memakai area ini sebagai rooftop sehingga mudah ditengok kapan pun.
2. Bisa Memasang Panel Surya
Saat ini hunian berkonsep ramah lingkungan tengah digandrungi. Bagi yang ingin memasang panel surya, atap datar aman sebagai lokasi pemasangannya.
3. Hemat Biaya Pembangunan
Percaya nggak kalau atap datar lebih murah daripada memakai atap genteng. Alasannya tidak perlu dipasang kerangka besi baja hollow atau kayu dan genteng. Atap datar hanya memerlukan adonan semen, besi, dan pasir.
Waktu pembangunannya pun biasanya harus diselesaikan dengan cepat, sehingga biasanya rampung dalam sehari. Sementara genteng bisa beberapa hari, sehingga biaya harian tukang tidak terlalu besar.
4. Estetika
Tampilan rumah dengan atap datar terlihat lebih sederhana dan rapi. Oleh karena itu, penggemar rumah yang minimalis dan modern, banyak yang menginginkan hunian dengan atap dak beton.
5. Bisa Dibuat Rooftop
Seperti yang disebut sebelumnya, banyak pemilik rumah dengan dak beton memanfaatkan atapnya sebagai ruang lagi, yakni rooftop. Di sini penghuni rumah bisa melakukan banyak hal, seperti taman, tempat bersantai, tempat jemuran, dan sebagainya.
Kekurangan Atap Dak Beton daripada Genteng
Berikut ini beberapa kekurangan atap dak beton daripada menggunakan genteng.
1. Masalah Drainase
Saat membuat sistem drainase atau jalan air menuju bawah, harus dilakukan dengan detail dan mempertimbangkan banyak aspek. Dengan begitu air benar-benar dapat turun ke bawah bukan menggenang di bawah. Untuk mencegah atap bocor, biasanya ada teknik khusus dan pemakaian cat anti bocor sehingga aman selama hujan.
2. Mudah Kotor
Kotoran yang beterbangan lebih mungkin hinggap di atap datar daripada di atap genteng yang miring. Kotoran yang sering ditemukan di atap antara lain daun. Kamu harus sering-sering membersihkan atap ini agar selalu bersih.
3. Rawan Berlumut
Lumut tidak hanya menyasar pada bebatuan, asal permukaannya sering lembap, lumut bisa tumbuh di sana. Bahkan ketika memakai genteng pun akan tetap berlumut. Jika didiamkan, akan tumbuh tumbuhan yang akarnya dapat merusak struktur atap.
4. Perlu Ditambahi Pelapis
Agar lebih awet, atap datar perlu ditambahi pelapis, biasanya berupa dek kayu atau bahan atap gulungan. Namun bahan-bahan ini jenisnya terbatas, seperti TPO, EPDM, karet, dan bitumen.
Itulah kelebihan dan kekurangan atap datar dak beton dibandingkan atap genteng. Nah, sekarang kamu bisa menentukan mau pilih yang mana.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/abr)











































