Umat Hindu terkadang melakukan rangkaian ritual persembahyangan dan penyucian diri dengan mengunjungi Pura. Di Indonesia sendiri bangunan Pura banyak dijumpai di Pulau Bali, karena pulau tersebut mayoritas dihuni oleh Umat Hindu. Namun ternyata salah satu pura yang dituakan di Indonesia ada di Jawa Timur, lho.
Pura itu adalah Pura Mandara Giri Semeru Agung. Lokasinya berada di kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pura ini menjadi pusat aktivitas keagamaan umat Hindu.
Uniknya, tempat ibadah ini memiliki bentuk arsitektur yang unik dengan memadukan gaya pura Bali dengan material batas khas Majapahit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompleks pura yang berada di Desa Senduro ini dikenal sebagai tempat suci yang ramai dikunjungi umat Hindu, baik dari Lumajang maupun dari berbagai daerah lain di Indonesia. Keberadaannya di lereng Gunung Semeru membuat pura ini memiliki nilai spiritual yang kuat sekaligus menghadirkan lanskap pegunungan yang megah.
Selain menjadi pusat ibadah, Pura Mandara Giri Semeru Agung juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang penting. Arsitektur bangunannya memperlihatkan perpaduan budaya Bali dan tradisi lokal Jawa yang berkembang sejak masa kerajaan hingga era modern.
Pura Mandara Giri Semeru Agung Foto: (I Gede Leo/d'Traveler) |
Sejarah Lokasi Pura
Dilansir dari catatan detikJatim, Pura Mandara Giri Semeru Agung berada di Desa Senduro, Kabupaten Lumajang, tepat di kaki Gunung Semeru. Pura ini mulai dibangun sekitar tahun 1970 dengan luas awal kurang lebih 25 x 60 meter. Kemudian, pura mengalami perluasan hingga hampir mencapai 3 hektare.
Pemilihan lokasi pura di kaki Gunung Semeru berkaitan dengan mitologi dalam naskah Tantu Panggelaran. Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa puncak Gunung Mahameru dipindahkan dari India ke Pulau Jawa agar pulau ini tetap seimbang. Oleh karena itu, Gunung Semeru dianggap sebagai gunung suci oleh masyarakat Jawa sejak zaman dahulu.
Arsitektur Pura
Kompleks Pura Mandara Giri Semeru Agung memiliki sejumlah bagian bangunan penting seperti Candi Bentar di pintu masuk, area Madya Mandala, dan Utama Mandala yang merupakan area paling sakral. Di dalamnya juga terdapat pendopo atau aula serta bangunan bale gajah yang menjadi bagian dari fasilitas upacara keagamaan.
Dilansir dari Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB berjudul 'Karakter Visual Pura Mandara Giri Semeru Agung di Lumajang' yang ditulis oleh Winda Astutiningsih, secara visual pura ini sangat dipengaruhi oleh arsitektur pura di Bali. Ornamen bangunannya memiliki kemiripan dengan pura-pura di Bali, namun lebih sederhana.
Perbedaan utama terletak pada penggunaan material bata merah yang dominan sehingga menghadirkan nuansa historis Majapahit. Elemen arsitekturnya juga menampilkan visual melalui bentuk segitiga pada kepala candi yang mengerucut ke atas, memberikan kesan dinamis sekaligus sakral.
Dengan perpaduan nilai sejarah, spiritualitas, dan arsitektur yang khas, Pura Mandara Giri Semeru Agung tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Hindu, tetapi juga simbol akulturasi budaya Bali dan Jawa di kawasan lereng Semeru.
Keberadaannya hingga kini menjadikan pura tersebut sebagai salah satu warisan budaya penting di Lumajang sekaligus destinasi religi yang terus hidup melalui berbagai aktivitas keagamaan.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/dhw)











































