Di Balik Rekor Gedung Tertinggi Dunia, Ada Trik Arsitektur yang Kontroversial

Di Balik Rekor Gedung Tertinggi Dunia, Ada Trik Arsitektur yang Kontroversial

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Rabu, 06 Mei 2026 15:48 WIB
TOPSHOT - The Burj Khalifa in Dubai is pictured on September 30, 2021 on the day of the Expo 2020 opening. - The Covid-delayed Expo 2020 kicks off today in Dubai with an extravagant opening ceremony in the evening for what is expected to be the world
Gedung Tinggi Foto: AFP via Getty Images/GIUSEPPE CACACE
Jakarta -

Predikat bangunan tertinggi di dunia merupakan sebuah kebanggaan bagi arsitek yang merancangnya. Semakin tinggi sebuah bangunan, semakin keren dan futuristik.

Arsitek di berbagai belahan dunia pun berlomba-lomba mendesain gedung tinggi. Selama beberapa dekade, arsitek dan klien mereka menggunakan berbagai teknik untuk membuat gedung setinggi mungkin. Misalnya membuat tiang atau bagian puncak tambahan yang sebenarnya tidak bisa digunakan oleh penghuni gedung.

Namun, istilah ketinggian bangunan dalam dunia arsitektur sebenarnya tak sesederhana itu. Ada beberapa kategori untuk mengukur tinggi bangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari The B1M, Rabu (6/5/2026), Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur pernah menyabet gelar bangunan tertinggi di dunia dari Menara Willis di Chicago pada 1998. Warga Chicago geram lantaran Menara Willis sebenarnya lebih tinggi sampai atap, bahkan lebih tinggi ke ujung tiang antenanya.

Namun menara itu tetap dikalahkan oleh Menara Kembar Petronas. Lho, kok bisa?

ADVERTISEMENT

Sebenarnya ada Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Perkotaan, sebuah badan yang bertanggung jawab atas peringkat resmi. Aturan yang badan itu tetapkan sudah jelas, yakni ketinggian bangunan diukur dari permukaan jalan hingga puncak arsitekturnya.

Nah, tiang antena di atas Menara Willis merupakan tambahan setelah konstruksi selesai dan digunakan untuk membawa sinyal televisi. Antena itu tidak dihitung dalam ketinggian bangunan.

Sementara itu, puncak Menara Kembar Petronas merupakan fitur arsitektur yang sengaja didesain. Tinggi resmi bangunan itu menjadi 451,9 meter, sedangkan Menara Willis tingginya 442,1 meter.

Protes itu membuat dewan tersebut membuat dua kategori peringkat tambahan, yakni kategori lantai tertinggi yang dihuni dan titik tertinggi dari setiap struktur.

Selain itu, ada istilah buat selisih antara lantai tertinggi bangunan yang dapat digunakan dan puncak arsitektur resminya. Struktur itu disebut tinggi semu.

Salah satu contoh tinggi semu yang mencolok adalah Merdeka 118 di Kuala Lumpur yang berdiri pada 2024. Lantai tertinggi yang dihuni di gedung ini 500 meter, tetapi tinggi resminya adalah 678,9 meter berkat menara puncaknya yang sangat besar. Tinggi bagian puncak sekitar 176 meter, lebih tinggi daripada sebagian besar gedung pencakar langit terkenal di dunia.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads