Kecanggihan arsitektur Masjid Nabawi di Madinah bukan hanya dari keberadaan payung raksasa yang bisa terbuka dan menutup sendiri. Masjid ini juga memiliki kubah yang bisa bergeser seperti pintu lift.
Dilansir situs resmi SL Rasch, kubah seberat 80 ton ini bisa dibuka dan ditutup secara otomatis melalui sistem kontrol canggih dan menjalani perawatan rutin. Setiap kubah bertumpu pada alas persegi dengan panjang sisi 18 meter dan bergerak dengan mulus di sepanjang rel baja yang membentang sepanjang 1.573 meter.
Agar mudah digeser, kubah tersebut memakai struktur baja dan komposit yang materialnya sama digunakan pada konstruksi pesawat terbang. Dengan begitu bobot dari kubah ini tidak membebani ketika digeser.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atap yang bisa dibuka juga bukan hanya 1, melainkan ada 27 kubah yang lokasinya di sayap kiri dan kanan sebanyak 24 kubah serta 3 kubah lannya berada di sayap belakang dan utama masjid.
Kubah ini disebut dengan sliding dome. Dibuat oleh perusahaan produksi yang sama dengan pembuat payung raksasa di Masjid Nabawi yakni perusahaan asal Jerman bernama SL Rasch GmbH Special and Lightweight Structures. Di bawah panduan arsitek Mahmoud Bodo Rasch.
Proyek ini tercetus bertepatan dengan rencana perluasan Masjid Nabawi pada masa pemerintahan Raja Fahd. Alasan adanya perluasan Masjid Nabawi adalah agar tempat ibadah ini dapat menampung lebih banyak jemaah yakni lebih dari 280.000 orang.
Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Pemimpin ke-5 Arab Saudi Raja pada 1984. Butuh waktu 10 tahun untuk pembangunannya sejak dimulai pada 1994.
Alasan kubah-kubah tersebut dibuat bergerak adalah untuk menyesuaikan suhu masjid mengingat Arab Saudi bersuhu tinggi terutama pada pagi ke siang, memperlancar sirkulasi udara di dalam bangunan, hingga menambah pencahayaan alami di dalam.
Bagian terluar kubah juga dipasang laminasi epoksi serat karbon atau serat kaca dan ubin keramik heksagonal. Pemasangan ubin pada kubah ini dilakukan secara cermat dan hati-hati. Bentuk ubin tersebut dipotong menggunakan mesin CNC agar sesuai dengan bentuk ceruk kubah. Sebagai finishing, ubin dilaminasi.
Kubah Masjid Nabawi Foto: SL Rasch |
Saat kubah tertutup, jemaah bisa melihat motif rumit pada bawah kubah yang terlihat indah dan megah. Berbeda dengan material luar, ukiran kubah di ini terbuat dari kayu laminasi atau epoksi dengan panel pelapis kayu maple.
Ornamennya bahkan dibuat dengan tangan para seniman dari Maroko. Jenis material yang dipakai adalah kayu cedar berukir, kemudian disepuh dan diberi hiasan amazonit. Bagian ini disiapkan dan dikemas di Jerman, kemudian dikirim ke Madinah dan dipasang di atap datar Masjid Nabawi.
Proyek yang menggabungkan teknologi dan seni ini telah mendapat beberapa penghargaan di antaranya Inovasi Terbaik dari Asosiasi Internasional untuk Otomasi dan Robotika dalam Konstruksi (IAARC) yang berpusat di Houston serta penghargaan Abdullatif Al Fozan untuk Arsitektur Masjid pada tahun 2014.
Kubah Masjid Nabawi akan bergeser setiap setelah matahari terbenam, saat udara di Arab Saudi tidak begitu panas. Ventilasi dari atas akan mendorong udara dingin masuk ke dalam dan memenuhi masjid sepanjang malam. Pada siang hari kubah akan tetap tertutup terutama untuk halaman yang telah dipasang AC.
(aqi/aqi)











































