Chongqing di China sering disebut sebagai kota masa depan. Pasalnya banyak hal tak biasa ditemukan di sana, salah satunya adalah pemandangan jalur kereta yang menembus gedung apartemen.
Kereta penumpang monorel tersebut melewati gedung apartemen 19 lantai. Apakah ada stasiun pemberhentian di dalamnya atau hanya terowongan? Ternyata di dalamnya ada stasiun bernama Stasiun Liziba yang termasuk dalam bagian dari Chongqing Rail Transit 2.
Penghuni apartemen bisa langsung turun ke lantai enam hingga delapan untuk naik kereta. Mereka tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk ke stasiun, hanya perlu melewati lift atau tangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep bangunan yang menyatu dengan stasiun transportasi umum ini sering disebut dengan Transit Oriented Development (TOD).
Chongqing Rail Transit Jalur 2 melintasi Stasiun Liziba, sebuah stasiun unik dengan rel kereta berjalan langsung menembus bagian tengah gedung apartemen. Foto: Getty Images/Sky_Blue |
Alasan jalur rel kereta api dibangun hingga menembus bangunan untuk mengatasi krisis transportasi umum di daerah tersebut. Pasalnya jumlah penduduk di daerah ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara kota tersebut merupakan salah satu wilayah terpadat di China. Menurut data pada 2022 lalu, jumlah penduduk di kota tersebut mencapai 22,80 juta jiwa.
Mengingat lahan di daerah tersebut terbatas, jalur pun dibuat di atas. Di mana 3 lantai di tengah sebagai stasiun. Di bawahnya digunakan sebagai area Pusat Layanan Turis Kereta Api Chongqing dan Museum Budaya dan Kreatif Liziba. Sementara lantai di atas merupakan tempat tinggal.
Jalur kereta hanya dibatasi dinding tipis dan berbatasan dengan apartemen. Hal ini tentu berpotensi menimbulkan kebisingan dan getaran.
Untuk mengatasi hal tersebut, arsitek telah membuat sistem pengurangan kebisingan untuk meredam suara kereta yang lewat.
Dual fungsi gedung ini dibangun bersamaan sejak 2005 berkat arahan dari arsitek perkotaan. Pemerintah kota mengatakan pada awalnya pembangunan jalur kereta menembus bangunan tinggi ini tidak ditujukan untuk wisata. Namun seiring waktu, banyak orang tertarik dengan lokasinya dan akhirnya viral di media sosial.
Oleh karena itu, mulai Agustus 2018 pemerintah meluncurkan platform tontonan untuk wisatawan. Mereka bisa naik bus wisata untuk melihat secara jelas kereta monorel tersebut melintas.
(aqi/ilf)











































