Saat membangun atap, pemilik perlu menentukan jenis genteng yang mau digunakan. Pemilik bisa pilih material genteng sesuai selera dan konsep rumah.
Ada banyak jenis genteng dengan bahan yang berbeda-beda. Tentunya, genteng tersebut memiliki karakteristik tersendiri sehingga pemilik mesti pintar-pintar pilih yang cocok buat rumah idamannya.
Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizky sempat menjelaskan beberapa tipe material genteng, yakni beton, keramik, tanah liat, dan metal. Coba pertimbangkan kelebihan dan kekurangan setiap jenis genteng sebelum menentukan pilihan. Berikut ini penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis-jenis Genteng
Inilah jenis-jenis bahan genteng beserta kelebihan dan kekurangannya.
1. Genteng Tanah Liat Berkeramik
Genteng Keramik Foto: Getty Images/iStockphoto/ewg3D |
Panggah sangat merekomendasikan genteng tanah liat berkeramik adalah material terbaik untuk membangun atap. Genteng ini memiliki permukaan yang mengkilap, beda dari genteng tanah liat biasa. Biasanya, material tersebut digunakan pada rumah-rumah mewah karena tergolong premium.
"Populer di Indonesia itu cocoknya adalah genteng tanah liat yang keramik. Tanah liat dan keramik ini mempunyai karakteristik pembuatan dari tanah liat dibentuk dan di-oven, jadi kadar airnya nol," kata Panggah kepada BeritaKlik beberapa waktu lalu.
Kelebihan:
- Bobot paling berat sehingga tidak mudah terbang tertiup angin
- Bahan solid yang mencegah retak dan bocor
- Tampilan glossy yang estetis
Kekurangan:
- Boros penggunaan rangka atap karena berat
- Harga paling mahal
Di sisi lain, genteng tanah liat tradisional yang sering dijumpai di Indonesia punya bobot lebih ringan sehingga lebih mudah tertiup angin.
Genteng itu terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, tetapi tanpa melalui proses oven. Adapun tampilannya doff, berbeda dari versi keramik yang mengkilap.
2. Genteng Beton
Genteng Beton Foto: Getty Images/iStockphoto/geargodz |
Selain itu, genteng beton sering dipakai masyarakat Indonesia. Genteng ini biasanya digunakan untuk segmentasi menengah. Bahan ini bisa menjadi opsi terbaik buat harga genteng yang masih terjangkau.
Kelebihan:
- Tampilan estetis
- Bobot cukup berat
- Harga lebih terjangkau daripada genteng tanah liat berkeramik
Kekurangan:
- Boros rangka baja ringan karena harus ditopang dengan rangka yang rapat
- Permukaan genteng mudah retak sehingga rawan bocor setelah pemakaian lama
3. Genteng Metal
Genteng Spandek Foto: Getty Images/Vithun Khamsong |
Kemudian, genteng metal merupakan pilihan material atap yang ekonomis. Pemilik rumah punya banyak opsi genteng metal, seperti spandek metal, metal berpasir, dan metal seperti beton.
Kelebihan:
- Hemat baja ringan karena tidak perlu rangka yang rapat
- Pemasangan genteng mudah dan cepat
- Harga genteng paling terjangkau
Kekurangan:
- Penampilan genteng kurang estetis dan terlihat ringkih
- Bobotnya ringan sehingga mudah terbang tertiup angin
- Mudah robek kalau terkena angin kencang
Itulah jenis-jenis bahan genteng yang bisa pemilik rumah pertimbangkan ketika hendak membangun atap. Semoga membantu!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/dhw)













































