3 Rekomendasi Genteng buat Atap Rumah, dari Termurah Sampai Paling Estetis

3 Rekomendasi Genteng buat Atap Rumah, dari Termurah Sampai Paling Estetis

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Rabu, 03 Jun 2026 11:55 WIB
Jenis Genteng
Foto: Infografis ini dibuat menggunakan NotebookLM dengan sumber detikProperti
Jakarta -

Saat membangun atap, pemilik perlu menentukan jenis genteng yang mau digunakan. Pemilik bisa pilih material genteng sesuai selera dan konsep rumah.

Ada banyak jenis genteng dengan bahan yang berbeda-beda. Tentunya, genteng tersebut memiliki karakteristik tersendiri sehingga pemilik mesti pintar-pintar pilih yang cocok buat rumah idamannya.

Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizky sempat menjelaskan beberapa tipe material genteng, yakni beton, keramik, tanah liat, dan metal. Coba pertimbangkan kelebihan dan kekurangan setiap jenis genteng sebelum menentukan pilihan. Berikut ini penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenis-jenis Genteng

Inilah jenis-jenis bahan genteng beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. Genteng Tanah Liat Berkeramik

Genteng KeramikGenteng Keramik Foto: Getty Images/iStockphoto/ewg3D

Panggah sangat merekomendasikan genteng tanah liat berkeramik adalah material terbaik untuk membangun atap. Genteng ini memiliki permukaan yang mengkilap, beda dari genteng tanah liat biasa. Biasanya, material tersebut digunakan pada rumah-rumah mewah karena tergolong premium.

ADVERTISEMENT

"Populer di Indonesia itu cocoknya adalah genteng tanah liat yang keramik. Tanah liat dan keramik ini mempunyai karakteristik pembuatan dari tanah liat dibentuk dan di-oven, jadi kadar airnya nol," kata Panggah kepada BeritaKlik beberapa waktu lalu.

Kelebihan:

  • Bobot paling berat sehingga tidak mudah terbang tertiup angin
  • Bahan solid yang mencegah retak dan bocor
  • Tampilan glossy yang estetis

Kekurangan:

  • Boros penggunaan rangka atap karena berat
  • Harga paling mahal

Di sisi lain, genteng tanah liat tradisional yang sering dijumpai di Indonesia punya bobot lebih ringan sehingga lebih mudah tertiup angin.

Genteng itu terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, tetapi tanpa melalui proses oven. Adapun tampilannya doff, berbeda dari versi keramik yang mengkilap.

2. Genteng Beton

Genteng BetonGenteng Beton Foto: Getty Images/iStockphoto/geargodz

Selain itu, genteng beton sering dipakai masyarakat Indonesia. Genteng ini biasanya digunakan untuk segmentasi menengah. Bahan ini bisa menjadi opsi terbaik buat harga genteng yang masih terjangkau.

Kelebihan:

  • Tampilan estetis
  • Bobot cukup berat
  • Harga lebih terjangkau daripada genteng tanah liat berkeramik

Kekurangan:

  • Boros rangka baja ringan karena harus ditopang dengan rangka yang rapat
  • Permukaan genteng mudah retak sehingga rawan bocor setelah pemakaian lama

3. Genteng Metal

Male Asian Construction worker installing roof tiles at construction siteGenteng Spandek Foto: Getty Images/Vithun Khamsong

Kemudian, genteng metal merupakan pilihan material atap yang ekonomis. Pemilik rumah punya banyak opsi genteng metal, seperti spandek metal, metal berpasir, dan metal seperti beton.

Kelebihan:

  • Hemat baja ringan karena tidak perlu rangka yang rapat
  • Pemasangan genteng mudah dan cepat
  • Harga genteng paling terjangkau

Kekurangan:

  • Penampilan genteng kurang estetis dan terlihat ringkih
  • Bobotnya ringan sehingga mudah terbang tertiup angin
  • Mudah robek kalau terkena angin kencang

Itulah jenis-jenis bahan genteng yang bisa pemilik rumah pertimbangkan ketika hendak membangun atap. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(dhw/dhw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads