Sebuah gereja di Sedlec, Republik Ceko tampak biasa saja dari luar. Namun, saat masuk ke basement gereja, pengunjung dihadapkan dengan pemandangan tak biasa. Tulang manusia menghiasi ruangan.
Dilansir dari National Geographic, Selasa (9/6/2026), bagian gereja berisi tulang itu disebut Sedlec Ossuary. Tulang manusia asli digunakan untuk menghiasi pintu masuk hingga lampu gantung.
Tulang tersebut berasal dari jasad pemakaman gereja. Dulu tempat gereja itu berdiri merupakan pemakaman 'favorit'. Sebab, menurut cerita, seorang kepala biara setempat melakukan ziarah ke Yerusalem pada abad ke-13 dan membawa pulang tanah suci untuk disebarkan di pemakaman gereja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat wabah menyerang Eropa pada abad ke-14, hampir 30.000 korban bertambah ke pemakaman gereja. Lalu, 10.000 korban perang salib juga ditambahkan ke pemakaman tersebut. Belum lagi, ada jasad-jasad lainnya terus bertambah dari waktu ke waktu.
UNSPECIFIED - MAY 23: Czech Republic - Central Bohemia - Kutna Hora. Sedlec Cemetery near Kutna Hora. (Photo by DEA / M. BORCHI/De Agostini via Getty Images) Foto: De Agostini via Getty Images/DEA / M. BORCHI |
Suatu ketika, gereja gotik mulai dibangun pada abad ke-15. Banyak tulang bekas makam tersebut dipindahkan dan ditumpuk menjadi piramida di bawah bangunan baru.
Tulang itu dibiarkan hingga 1870 ketika gereja mempekerjakan seorang pengukir kayu, Francis Rint. Rint menciptakan dekorasi indah dari tumpukan tulang yang sangat banyak itu.
Tulang ribuan manusia diputihkan lalu diukir dengan rumit. Kini tulang-tulang itu menghiasi bawah gereja.
Rint membuat rantai tengkorak untuk membentang di sepanjang pintu masuk. Lalu, piala dan salib dibuat dari tulang pinggul dan tulang paha.
Kemudian, ada lambang keluarga dari tulang. Lambang itu dibuat sebagai ucapan terima kasih kepada keluarga bangsawan yang mendanai proyek dekorasi tersebut.
Sedlec Ossuary menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi turis di Republik Ceko. Sebagian pendatang merasakan ketenangan dan sebagian lagi merasakan kekhawatiran ketika mengunjungi tempat ini.
(dhw/das)










































