Para wisatawan di Akropolis, Yunani kini bisa melihat sisi barat Parthenon secara utuh pertama kalinya setelah 220 tahun! Perancah eksternal atau scaffolding sudah dilepas secara permanen dari monumen tersebut.
Ini ditandai dengan selesainya restorasi pedimen atau bagian arsitektur berupa segitiga yang berada di bawah atap pada sisi barat Parthenon.
Dilansir dari Euronews, menurut Kementerian Kebudayaan Yunani, proyek ini membutuhkan solusi teknis yang sangat khusus dan ketelitian absolut di setiap tahap proses, mulai dari pengerjaan marmer baru hingga pengangkatan dan pemasangannya pada monumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ortostat besar atau blok batu persegi panjang yang berfungsi sebagai pelindung dinding hingga media relief dekoratif di pedimen barat direstorasi ke geometri aslinya dengan merekatkan fragmen kuno yang masih ada dan melengkapinya dengan marmer baru, sementara yang kedua dibuat seluruhnya dari marmer baru.
Untuk penempatan akhir blok-blok tersebut, sistem perancah fungsional baru dipasang, memenuhi standar keselamatan modern yang paling ketat dan disesuaikan secara estetis dengan monumen tersebut.
"Pemandangannya benar-benar menakjubkan. Pedimen, yang selama beberapa generasi warga Yunani dan pengunjung dari seluruh dunia terbiasa melihatnya tidak lengkap, kini mendapatkan kembali kesatuan arsitekturnya. Dua ortostat baru, yang telah ditempatkan di posisi kosongnya, tidak hanya menutupi celah morfologis. Mereka memungkinkan proporsi unik dan kesempurnaan geometris fasad barat Parthenon untuk ditonjolkan sekali lagi," ujar Menteri Kebudayaan Yunani, Lina Mendoni, dikutip dari Euronews.
Dilansir dari New York Post, proyek restorasi ini didanai melalui program Uni Eropa. Ini adalah bagian dari upaya restorasi yang lebih luas yang dimulai pada tahun 1975. Proyek restorasi jangka panjang menangani kerusakan yang disebabkan oleh perang, cuaca, dan penjarahan, termasuk kerusakan pada bagian barat.
Monumen berusia 25 abad yang menghadap ibu kota Yunani ini menarik sekitar 4,6 juta pengunjung tahun lalu. Kuil kuno itu dibangun pada abad ke-5 SM sebagai bentuk penghormatan kepada dewi Athena, pelindung kota yang juga menjadi namanya.
(abr/abr)











































