Uniknya Rumah Adat Betawi yang Punya Sederet Makna Filosofis

Uniknya Rumah Adat Betawi yang Punya Sederet Makna Filosofis

ilham fikriansyah - detikProperti
Minggu, 21 Jun 2026 15:30 WIB
Di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jakarta, terdapat bangunan-bangunan khas Betawi. Yuk lihat.
Rumah adat Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Lugas Pribady
Jakarta -

Dalam kebudayaan Betawi, rumah adat bukan hanya sekadar tempat tinggal bagi masyarakat. Di balik rumah adat ini tersimpan sederet makna filosofis yang menarik untuk dipelajari.

Nggak sekadar dari desainnya saja, warna hingga ukiran yang terdapat di rumah adat Betawi memiliki makna tersendiri. Elemen-elemen pada rumah adat warga Jakarta ini menyimpan makna kehidupan hingga bentuk rasa syukur kepada Tuhan.

Dilansir dari catatandetikProperti, berikut sederet makna filosofis yang terdapat pada rumah adat Betawi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warna

Rumah Adat Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan.Rumah Adat Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/BeritaKlik

Pada dasarnya, warna rumah adat Betawi adalah coklat yang merepresentasikan warna tanah. Orang Betawi meyakini manusia berasal dari tanah, sehingga warna tersebut dijadikan warna dasar rumah.

"Dia (manusia) melakukan aktivitas kehidupannya sejak lahir sampai kepada dia meninggal di atas tanah. Dan ketika dia sudah meninggal dunia, dia akan masuk lagi ke dalam tanah, akan dikuburkan masuk ke dalam tanah," kata Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra kepada BeritaKlik beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

Agar terlihat lebih estetik dan tidak bosan, warna cat dasar mulai ditambah dengan rona lainnya yang mengandung makna tersendiri. Misalnya hijau yang diyakini menandakan keteguhan hati, kesabaran, dan kesuburan.

Warna putih bermakna kelembutan, keibuan, kesabaran, dan kesejukan. Sementara warna hitam berarti keteguhan hati, kuning adalah kemuliaan, dan merah merupakan warna keberanian serta menggambarkan cita-cita dan harapan.

Ukiran

Di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jakarta, terdapat bangunan-bangunan khas Betawi. Yuk lihat.Di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jakarta, terdapat bangunan-bangunan khas Betawi. Yuk lihat. Foto: Muhammad Lugas Pribady

Biasanya rumah adat Betawi dihiasi dengan ukiran bunga atau kembang di berbagai sisi, terutama bagian atas pintu depan rumah. Ukiran bunga melambangkan harapan, keinginan, dan cita-cita bagi penghuni rumah.

"Dengan adanya ukiran-ukiran kembang itu, diharapkan kita senantiasa bercermin kepada keharuman. Jadi harus harum itu kan yang paling disukai oleh Yang Maha Kuasa," ujar Yahya.

Lalu, peletakan bunga-bunga juga bermakna rumah seharusnya menjadi sumber keharuman, sehingga jangan sampai terkesan kusam dan seram. Keharuman juga menciptakan keseimbangan hidup yang harus senantiasa dijaga.

"Misalnya itu di atas pintu kita, pintu pertama itu kan sedang ada kaca patri atau ukiran yang sebetulnya itu kembang matahari. Kembang matahari digambarkan seperti itu sebetulnya siklus hidup manusia," ungkapnya.

Gigi Balang

Di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jakarta, terdapat bangunan-bangunan khas Betawi. Yuk lihat.Di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jakarta, terdapat bangunan-bangunan khas Betawi. Yuk lihat. Foto: Muhammad Lugas Pribady

Rumah adat Betawi punya ciri khas gigi balang, ornamen berbentuk segitiga yang terinspirasi dari bentuk gunung yang diletakkan di sepanjang pinggir atap rumah. Bagi warga Betawi, gigi balang menggambarkan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ornamen ini turut melambangkan hubungan antara sesama manusia, hubungan manusia dengan alam termasuk flora dan fauna yang memberi manfaat untuk kehidupan, dan hubungan manusia dengan Tuhan dalam bentuk peribadatan.

Langkan

Langkan merupakan pembatas ruang publik dengan semi publik yang letaknya di teras rumah. Bentuknya yang unik menghiasi tampilan luar rumah ternyata melambangkan perlindungan.

"Fungsinya untuk menjaga supaya orang nggak sembarangan bisa masuk ke rumah itu. Kemudian juga dia sebagai ragam hias, yang mempercantik dari rumah," ucap Yahya.

Tiang Guru

Masyarakat Betawi meyakini filosofi 'empat kelima pancer' dalam membangun rumah. Artinya, sebuah rumah harus punya empat tiang utama yang melambangkan empat penjuru mata angin. Sementara yang kelima adalah penghuni rumah yang menjadikan rumah bermanfaat, bercahaya, dan memiliki harapan.

"Kalau kita didirikan rumah, tiang yang paling utama itu disebut tiang guru. Itu dasar dari segi empat yang menjadi pokok. Nanti pada tiang guru-tiang guru itulah ditambah tiang-tiang lain sesuai fungsinya," jelas Yahya.

Balak Suji

Yahya mengatakan sejumlah rumah adat Betawi di daerah pesisir atau pertanian, biasanya dibangun dengan desain rumah panggung atau bangunan sengaja ditinggikan dari permukaan tanah. Lalu ada tangga yang menghubungkan rumah dengan tanah yang disebut balak suji.

"Balak suji ini juga maknanya sebagai penolak bala. Jadi dia (penghuni rumah) nggak lompat turun dari rumahnya. Oleh karena itu harus ada tangga," ujarnya.

Kaligrafi

Masyarakat Betawi kerap menghiasi rumah adat dengan menggantungkan kaligrafi berupa rajah dan wafak serta surat dari Al-Qur'an. Yahya menyebut kaligrafi merupakan lambang penahanan dari unsur jahat yang mau menyerang rumah.

"Kaligrafi yang berupa rajah, berupa wafak. Wafak atau rajah itu yang mencegah makhluk halus jahat yang ingin mengganggu ketertiban yang ada di rumah itu," pungkasnya.

Itulah detail arsitektur dari rumah adat Betawi, bagian mana yang menurut detikers keren?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(ilf/ilf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads