Rahasia Gedung Pencakar Langit Berdiri Kokoh Meski Diterpa Angin

Rahasia Gedung Pencakar Langit Berdiri Kokoh Meski Diterpa Angin

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Rabu, 01 Jul 2026 15:17 WIB
BEIJING, CHINA - JUNE 12, 2023 - The CITIC Tower stands out among the CBD urban buildings in Beijing, China, June 12, 2023 (Photo credit should read CFOTO/Future Publishing via Getty Images)
Gedung Pencakar Langit di Beijing. Foto: Future Publishing via Getty Imag/CFOTO
Jakarta -

Gedung pencakar langit merupakan cerminan kemajuan arsitektur di perkotaan. Bangun super tinggi ini mampu menjulang menembus langit tapi tidak roboh.

Jenis bangunan tinggi ini memang menakjubkan. Gedung itu bisa berdiri tegak dan kokoh tanpa terjatuh akibat gaya gravitasi ataupun angin.

Lantas, bagaimana caranya gedung pencakar langit berdiri kokoh tanpa roboh? Berikut ini penjelasannya dikutip dari HowStuffWorks, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Inovasi Material Besi dan Baja

Dulu untuk membuat bangunan tinggi, dinding bagian bawah dibuat lebih tebal untuk menopang beban di atasnya. Namun, sekarang ada pengembangan bahan besi dan baja sehingga memudahkan arsitek menggunakan komponen baru untuk bangun gedung.

Balok logam yang sempit dan relatif ringan sehingga mampu menopang beban yang jauh lebih besar daripada dinding bata pada bangunan tua. Bahan ini juga hanya membutuhkan sebagian kecil ruang.

ADVERTISEMENT

2. Jaringan Balok Raksasa

Selain itu, struktur pendukung utama sebuah gedung pencakar langit adalah kerangka bajanya. Balok-balok logam itu dipasang dari ujung ke ujung untuk membentuk kolom vertikal.

Di setiap lantai, kolom vertikal ini dihubungkan ke balok girder horizontal. Banyak bangunan juga memiliki balok diagonal yang membentang di antara girder, untuk dukungan struktural tambahan.

3. Fitur Tahan Angin

Gedung pencakar langit juga harus tahan terhadap terpaan angin. Sebagian besar gedung ini dapat bergerak beberapa meter ke dua arah tanpa merusak struktur bangunan. Pergerakan bangunan seperti pohon yang bergoyang, tanpa merusak integritas strukturnya.

Cara paling dasar untuk menghadapi angin adalah mengencangkan struktur. Pada titik di mana balok horizontal terhubung ke kolom vertikal, pekerja konstruksi akan memasang baut dan las di bagian atas dan bawah, serta di sampingnya. Hal ini membuat seluruh struktur baja bergerak sebagai satu kesatuan seperti tiang, bukan sebagai kerangka yang fleksibel.

Namun untuk membangun gedung lebih tinggi lagi, trik ini kurang cocok. Para insinyur harus membangun inti yang sangat kuat pada bagian tengah bangunan.

4. Struktur Kaku

Membuat bangunan lebih kaku juga dapat melindungi gedung pencakar langit dari kerusakan akibat gempa bumi. Pada dasarnya, seluruh bangunan bergerak mengikuti getaran horizontal bumi sehingga kerangka baja tidak terpelintir.

Itulah faktor-faktor yang membuat gedung pencakar langit kokoh. Semoga bermanfaat!

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads